Breaking News

Pasca Banjir, UNBK Bergantung Sekolah!

Alwi Yasin. Foto Berita11.com


Kota Bima, Berita11.com— Pasca banjir bandang melanda Kota Bima akhir  tahun lalu, pemerintah tidak akan memaksa Sekolah Menengah Pertama (SMP) melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Karena pelaksanaan sistem ujian online itu bergantung kesiapan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima, Drs H Alwi Yasin, M.Ap mengatakan, secara umum UNBK dilaksanakan mengatasi ketidakjujuran. Jika seluruh sekolah di Indonesia termasuk di Kota Bima sudah jujur dalam melaksanakan ujian nasional, maka secara otomatis UNBK tidak diperlukan.

“Pemerintah tetap menyiapkan. Besok lusa saya tanyakan kepada pemerintah pusat. Sebenarnya UNBK untuk mengatasi ketidakjujuran,” katanya kepada Berita11.com di Dinas Dikpora Kota Bima.

Dikatakan Alwi, pasca banjir ada beberapa sekolah yang berupaya tetap melaksanakan UNBK seperti Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Kota Bima. Hampir seluruh sekolah di pusat Kota Bima siap melaksanakan UNBK.

“Kalau UNBK itu ada dua faktor. Untuk mengukur kejujuran dan tingkat penguasaan IT oleh anak,” katanya.

Menurut mantan Kepala SMKN 3 Kota Bima ini, tidak ada kendala terkait penguasaan IT pada kalangan siswa. Jika ada kendala itu terjadi pada sejumlah sekolah yang berada di wilayah pinggir Kota Bima seperti Kelurahan Lelamase dan Kolo. Meskipun sebelumnya, hasil mencengangkan Uji Kompetensi Guru (UKG) dipengaruhi lemahnya penguasaan IT oleh guru di Kota Bima.

“Kalau anak-anak (siswa) di tengah Kota Bima mereka malah lebih kuasai dari pada gurunya. Anak-anak sekarang kan rata-rata sudah menggunakan android,” katanya. (US)

No comments