Breaking News

Penuh Sampah dan Lumpur, SMPN 6 Kota Bima belum Mulai KBM

Tumpukan Komputer dan Dokumen di SMPN 6 Kota Bima Pasca Banjir Bandang. Foto Berita11.com


Kota Bima, Berita11.com— Kendati Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dan Kepala Dinas Dikpora  memerintahkan seluruh sekolah di Kota Bima agar memulai aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) hari pertama pada Selasa (3/1/2017). Namun tak semua sekolah bisa memulai aktivitas KBM.

Salah satu sekolah yang belum bisa memulai aktivitas KBM pada hari pertama seperti perintah Menteri yakni Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 6 Kota Bima di jalan Sukun Kelurahan Monggonao.

Kondisi sekolah setempat jauh lebih parah dibandingkan sejumlah sekolah setempat. Ketebalan lumpur masih setinggi mata kaki. Kendati sejumlah guru, kepala sekolah dibantu Babinsa TNI sudah empat hari membersihkan sekolah setempat.

Kepala SMPN 6 Kota Bima, Arif Wahidin, S.Pd, mengatakan, ruang belajar di sekolah setempat masih kotor. Bahkan beberapa meja dan kursi mulai lapuk direndam banjir dan lumpur. 

“Kita belum bisa memulai KBM karena kondisi sekolah masih kotor. Apalagi ruang guru dan fasilitas komputer,” ujarnya kepada Berita11.com di SMPN 6 Kota Bima, Selasa (4/1/2016).

Kendati KBM belum dimulai, sebagian besar siswa masuk ketika hari pertama sekolah pasca banjir. Mereka membantu membersihkan sekolah. Hanya saja peran siswa membersihkan sekolah tidak dapat dioptimalkan karena siswa merupakan korban banjir yang tak bisa dibebani banyak aktivitas pekerjaan.

Arif memastikan 100 persen sekolah setempat tidak siap melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) karena luapan banjir dan lumpur sudah merusak semua fasilitas di sekolah setempat termasuk komputer. “Tidak hanya fasilitas di dalam ruangan, tembok sekolah dibagian belakang sudah rubuh,” katanya.

Arif pasrah jika kondisi sekolah yang belum bersih menjadi catatan buruk pimpinannya. Karena kondisi sekolah setempat lebih parah dibandingkan sejumlah sekolah lain. 

“Kami pasrah kalau kami dianggap belum bisa memenuhi target hari pertama masuk. Kondisi ril di lapangan itu nggak seperti yang dibayangkan orang di atas. Kalau kami dicopot, kami pasrah, mau dicopot saya juga siap. Kami sudah bekerja optimal selama empat hari,” katanya. (US/SK)


No comments