Breaking News

Perangi Praktik Pungli, Harga Mati bagi KPPT Sumbawa

Kepala KPPT Sumbawa, Sahrir, S.Pd, M.Pd. Foto Syahrul Berita11.com



Sumbawa, Berita11.com—  Mengatisipasi dan memerangi praktik Pungutan Liar (Pungli) lingkup Pemerintahan Kabupaten Sumbawa, Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Sumbawa sampai saat ini terus mempertahankan profesionalitas, intergritas dan responbilitas dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab.

“Insyah Allah, kami di KPPT Sumbawa sangat jauh dengan yang namanya praktik Pungli. Bagi kami perangi praktik Pungli adalah harga mati,” ungkap Kepala KPPT Sumbawa, Sahrir S.Pd M.Pd  saat diwawancarai Berita11.com diruang kerjanya, Rabu (11/1/2017).

Diakui Sahril, selama ini dirinya bersama jajaran tetap melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagaimana yang tercantum dalam SOP dan standar lain meliputi pelayanan dan pembiyaan ijin–ijin sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan (SK).

“Di kantor ini juga ada banyak CCTV yang dipasang dibeberapa ruangan kantor ini. Jadi setiap harinya saya selaku pimpinan bisa melihat langsung aktivitas pegawai di kantor ini,” jelasnya.

Tidak hanya itu, lanjut Sahrir, untuk mengantisipasi praktik Pungli, pihaknya juga tetap turun ke lapangan melaksanakan pengawasan  mencari pemilik–pemilik ijin yang melanggar  atau menyalahgunakan ijin.

Bahkan, kata dia, di lingkup pemerintahan Kabupaten Sumbawa ini memiliki tim verifikasi dan pengendali yang melibatkan semua SKPD. Mereka  juga bertugas untuk menangani masalah yang timbul terhadap penerbitan ijin.

“Alhamdulillah, sampai detik ini kami belum menemukan atau menerima laporan adanya pemilik ijin yang melakukan pelanggaran–pelanggaran. Sampai saat ini juga belum ada ijin– ijin yang dicabut,” terangnya.

Menurut Sahrir, Saiber Pungli hanya merupakan alat saja dan pihaknya mengaku tidak takut dengan saiber itu. Hanya saja, kata dia, yang lebih sangat dikuatirkan  apabila pihaknya sudah tidak mampu lagi mempertahankan intergritas dan frofesionalitas dalam menjalankan tugas dan amanah yang diemban.

“Tapi kami yakin, kami bisa mempertahankan amanah dan tugas ini dengan baik,” katanya.

Terlepas dari hal itu, lanjut Sahril, sebagai manusia yang tentu juga memiliki kekurangan. Jadi dia mengajak semua elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Sumbawa untuk bisa ikut bekerjasama  melaksanakan pengawasan terhadap kinerja pemerintah terutama dalam  mengantisipasi praktik Pungli.

“Kalaupun ada jajaran kami yang melakukan praktik Pungli, silakan laporkan ke saya. Insyah Allah tidak ada kata ampun bagi para pelaku Pungli,” tandasnya.

Mengenai berapa jumlah masyarakat yang datang mengurus ijin di KPPT Sumbawa? Sahrir mengaku, mencapai 60 lebih orang per hari. Jumlah itu meliputi  ijin baru dan  perpanjangan ijin. Sedangkan mengenai biaya adiministrasinya, kata dia, itu berfariasi dan bergangung dari  jenis ijin yang akan diurus oleh pemohon.

“Untuk diketahui bahwa ada juga pengurusan ijin–ijin yang gratis alias tanpa ditarik biaya. Ijin itu seperti usaha kecil menengah maupun ijin perusahaan yang mau menanamkan modal di wilayah Sumbawa ini,” pungkasnya. (RUL)

Baca Juga :

No comments