Breaking News

Perusahaan “Keruk” Cuek, KPHL Toffo dan Lembaga Adat Hu’u Berang

Kepala Pengamanan Hutan KPHL Toffo Pajo, Khairul Idham. Foto Ori Berita11.com


Dompu, Berita11.com— Kendati kegiatan eksplorasi perusahaan PT. STM sudah berlangsung empat tahun. Namun Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Toffo Pajo dan Lembaga Adat Hu’u yang memiliki lahan di atas lokasi cebakan mineral sulfida itu tidak pernah diajak berunding oleh perusahaan keruk tersebut. Akibatnya, KPHL dan Lembaga Adat pun berang.

Secara histori, pra kegiatan eksplorasi atau pasca penyelidikan umum (prospecting), Lembaga Adat Hu’u ikut andil menandatangani rekomendasi demi terbitnya dokumen ijin pengelolaan hutan dari Kementerian Kehutanan sebelum kegiatan ekplorasi.

Kepala Pengamanan Hutan KPHL Toffo, Khairul Idham, mengaku, hingga kini perusahaan tambang itu belum pernah berkoordinasi dengan unit setempat. Padahal pengawasan pengelolaan hutan yang dikelola PT STM juga menjadi kewenangan KPHL setempat.

“Setiap dimintai koordinasi bahkan laporan terkait sejauh mana dalam pengunaan dan pengolahaan hutan  sangat sulit dijumpai. Bahkan karyawan perusahaan selalu berdalih harus menunggu jawaban menajemen pusat,” katanya di Pajo, Senin (16/1/2017).

Menurut dia, selama ini pihaknya sudah sabar menanti respon dari perusahaan tambang itu. Berbagai upaya koordinasi melalui surat resmi sudah dilakukan. Namun tidak pernah direspon.

“Harapan bisa bertemu langsung dengan pihak perusahaan karena banyak hal yang harus dikoordinasikan utamanya terkait masalah hutan yang selama ini menjadi proyek perusahaan tersebut,” katanya.

Dikatakannya, masalah yang mesti diantispasi jangan sampai ada keluhan (komplain) dari masyarakat sekitar wilayah tambang. Dengan koordinasi antara KPHL dengan Lembaga Adat dan perusahaan maka setiap masalah bisa diselesaikan secara bersama.

“Namun sayangnya belum ada itikad dari perusahaan itu. Jika pun ada masalah dikemudian hari kami jangan salahkan kami lepas tangan,” katanya.

Diakui Khairul, saat melaksanakan survei, perusahaan tambang itu tidak pernah menggandeng KPHL Toffo. Padahal pengawasan  pengelolaan hutan menjadi Tupoksi kantor setempat.

Sementara itu, Ketua Posko Asosiasi Pengusaha Lingkar Tambang,  Taufik mengatakan, bahwa dalam kawasan hutan yang dikelola PT. STM terdapat lahan ribuan hektar milik Lembaga Adat Desa Hu’u.

Bagaiamana tanggapan PT. STM tentang sorotan KPHL Toffo ini? Saat dihubungi melalui nomor Ponselnya, Penanggungjawab Site Hu’u PT. STM, Auliah tidak merespon. Demikian juga pejabat lain perusahaan tersebut, Thomas mengaku tidak lagi memiliki kewenangan merespon sorotan KPHL. “Maaf saya tidak bisa berikan tanggapan soal ini,” katanya melalui sambungan Ponsel. (SK)

Baca Juga :

No comments