Breaking News

PT STM-Vale Eksplorasi Indonesia Respon Positif Keberadaan Lembaga Adat

LAMDH Kabupaten Dompu Foto Bersama Comdev PT STM Vale Eksplorasi Indonesia


Dompu, Berita11.com— PT Sumbawa Timur Mining (STM)- Vale Eksplorasi Indonesia merespon positif keberadaan Lembaga Adat Masyarakat Desa Hu’u (LAMDH) Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu dan Asosiasi Pengusaha Lingkar Tambang Hu’u Kabupaten Dompu. Itu setidaknya tergambar dari pertemuan ketiga pihak itu, Minggu (22/1/2017) lalu.

Kepala Humas/ Community Development PT STM-Vale Eksplorasi Indonesia, Aulya Defretes menyambut positif kunjungan LAMDH Kabupaten Dompu dan Asosiasi Pengusaha Lingkar Tambang yang dipimpin ketua lembaga tersebut, Baharudin.   

 Ketua LAMDH Kabupaten Dompu, Syamsuddin H Arsyad, mengatakan, lembaga adat desa setempat memiliki legalitas yang jelas. Itu diperkuat akta notaris Nomor 29, 01 November 2016. Pada prinsipnya, lembaga adat yang dipimpinnya siap bersinergi dan mendukung aktivitas PT STM. Hanya saja, lembaga meminta kompensasi atas tanah adat yang dimiliki lembaga adat. Apalagi di dalam lahan itu terdapat cagar budaya.

“Tujuannya agar tanah adat,  ribuan situs dan cadar budaya yang ada wilayah pengunungan dan hutan Desa Hu'u dapat dijaga bersama dan dilestarikan sehingga bekas jejak nenek leluhur warga Desa Hu’u dapat terjaga dengan aman,” ujar Syamsuddin saat menemui pihak PT STM-Vale Eksplorasi Indonesia.

Syamsuddin berharap, pimpinan PT STM mendalami dan merespon surat yang disampaikan LAMDH, sehingga lembaga memperoleh tanggapan perusahaan secepatnya.

Dewan LAMDH Kabupaten Dompu, MS Zakaria mengatakan, tim verifikasi tanah adat selama ini sudsah bekerja setidaknya delapan bulan. Mereka mengecek secara langsung keberadaan situs dan cagar budaya yang masuk dalam wilayah atau lahan yang dikelola oleh PT STM.

Dikatakannya, dari ribuan situs dan cagar budaya itu, beberapa diantaranya terdapat di atas gunung wilayah Puma. Sementara lahan sawah leluhur masyarakat Hu’u juga ditemukan di sekitar wilayah tersebut. “Diantaranya ada batu kajuji di wilayah Puma dan Hu’u dan tanda lain terdapat pemakaman leluhur kami,” katanya.

Menurutnya, kuburan leluhur masyarakat Hu’u ditandai adanya kuburan batu bulat, kuburan panjang lebih kurang meter serta ribuan tanda-tanda kehidupan leluhur. Tidak hanya wilayah hutan, Desa Hu’u  memiliki lahan tanah adat berdasarkan hasil verifikasi oleh tim sebelumnya. Lahan adat masyarakat Hu’u yaitu  6.800 hektar, tanah garapan masyarakat seluas 2000 hektar, tanah cadangan masyarakat seluas 2000 hektar dan lahan persawahan seluas 700 hektar.

Bagaimana respon PT STM-Vale Ekspolorasi Indonesia? Kepala Humas/ Community Development PT STM-Vale Eksplorasi Indonesia, site Hu’u,  Aulya Defretes menyampaikan apresiasi atas kunjungan LAMDH dan APLT Hu’u Kabupaten Dompu. “Hari ini suatu kehormatan bagi kami mewakili PT STM-Vale,” ujar Aulya.

Terkait pelestarian situs dan cagar budaya Aulya memastikan bahwa hal itu merupakan komitmen perusahaan setempat bersama Dinas Pariwisata. “Menjaga dan melestarikan cadar budaya yang ada sudah menjadi komitmen pihak kami untuk memgembangkan menjadi ikon wisata, nantinya melalui Dinas Pariwisata,” katanya.

Mengenai usulan kerjsama dengan LAMDH, pihaknya akan memelajari surat dan proposal yang disampaikan lembaga adat. “Akan kami dalami dulu, setelah itu kami sampaikan langsung kepada pimpinan pusat,” isyaratnya. (SK/*)

No comments