Breaking News

Pupuk Langka, Petani Terancam Gagal Panen

Kegiatan Petani Menggarap Sawah Sebelum Masa Tanam./ Ilustrasi. Foto Berita11.com


Bima, Berita11.com— Sejumlah petani di Kabupaten Bima mengeluhkan kelangkaan pupuk tanaman yang terjadi selama empat pekan terakhir. Bayang-bayang gagal panen pun sudah di depan mata meskipun umur tanaman baru dua bulan.

Di Kecamatan Donggo dan Soromandi, sudah hampir satu bulan pupuk urea langka. Sebelum kelangkaan terjadi, petani harus merogoh kocek lebih dalam karena harga pupuk urea melambung Rp100 ribu per sak dari sebelumnya Rp80 ribu per sak.

“Kalau sekarang sudah tidak ada lagi persediaan pupuk di Kecamatan Donggo dan Soromandi,” ujar Erwin petani di Desa Kala Kecamatan Donggo, Selasa (10/1/2017).

Menurut dia, sebenarnya petani masih sanggup membayar kendati harga pupuk naik. Namun yang terjadi sekarang pupuk urea tidak tersedia di wilayah setempat. “Padahal sekarang ini pupuk sangat dibutuhkan terutama oleh petani jagung. Tanaman kami dan petani lain rata-rata tidak bisa berkembang,” katanya.

Dikakatannya, akibat kelangkaan pupuk di wilayah setempat, sejumlah petani asal Kecamatan Donggo terpaksa mencari pupuk urea di Kecamatan Woha dan menebus dengan harga tinggi Rp125 ribu per sak.

Erwin berharap, Dinas Pertanian, Disperindag dan pihak terkait segera menelusuri kemungkinan permainan spekulan yang memanfaatkan keadaan petani. Jangan sampai pupuk sengaja ditimbun dan dijual di wilayah lain dengan karakter petani membeli dengan harga tinggi.

“Sebenarnya kebutuhan petani antara 10 sak hingga 40 sak, tapi pupuk sekarang sangat langka. Cari di wilayah lain pun belum tentu dapat,” katanya.

Hal yang sama disampaikan petani lain, Adhar. Dia berharap ada campur tangan pemerintah untuk memastikan tidak ada permainan spekulan. “Semoga masalah ini direpon. Kalau tidak kami bisa jadi gagal panen,” katanya. (US)

No comments