Breaking News

Ribut Penyaluran Bantuan, Ketua RW dan RT di Tolobali Bersitegang

Aparat dan Ketua RW 06 Membahas Masalah Pembagian Bantuan, Pasca Keributan di Tolobali. Foto Berita11.com


Kota Bima, Berita11.com—  Buntut masalah pembagian uang bantuan Rp500 ribu untuk korban banjir, Ketua RW 06 dan Ketua RT 16 di lingkungan Tolobali Kelurahan Sarae Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima bersitegang. Ketua RW setempat nyaris dianiaya Ketua RT 16, Jumat (6/1/2017) pagi.

Ketegangan kedua perangkat kelurahan itu terjadi saat Ketua RW 06, Mahmuddin turun kembali mengecek sejumlah warga yang belum tercover sebagai penerima bantuan. Upaya Mahmudin turun kembali mengecek data menyulut emosi Ketua RT 16 lingkungan Tolobali, Syamsuddin. Karena merasa tersinggung.

“Waktu itu saya mau dipukul dengan bambu oleh Ketua RT karena menganggap saya turun berarti tidak percaya kinerjanya. Untung ada warga yang melerai,” katanya.
Menurut Mahmuddin, hampir seluruh pemilik rumah di RW 06 Tolobali sudah mendapatkan bantuan uang masing-masing Rp500 ribu sesuai dengan yang menjadi keputusan BNPB. Jumlah warga yang sudah menerima bantuan yaitu 232 warga dengan total bantuan Rp116 juta.

“Memang ributnya dari kemarin karena ada beberapa warga yang mengaku belum dapat. Ini datanya belum selesai memang,” katanya.

Mahmuddin membantah jika sikap dia merupakan pemicu keributan di lingkungan Tolobali. Ia juga membantah pembagian bantuan terkesan diskriminasi. “Misalnya anak saya dapat bantuan karena memang dia korban banjir, rumahnya beda dengan saya,” katanya.

Karyawan salahsatu perusahaan Asuransi Jiwa di Bima ini juga menyilahkan jika masyarakat yang tidak puas melaporkan persoalan pembagian bantuan kepada Wali Kota Bima. “Silakan saja dilaporkan saya siap hadapi itu. Bantuan kita salurkan sesuai petunjuk pemerintah,” katanya.

Warga Tolobali, M Sidik mengatakan, masih ada beberapa warga korban banjir yang memiliki rumah belum memperoleh bantuan. Hal itu memicu keributan di lingkungan setempat sejak Kamis, (5/1/2017). Bahkan ada beberapa warga Melayu yang pernah tinggal di Tolobali justru mendapatkan bantuan.

Pasca keributan Jumat (6/1/2017) pagi, Babinsa dan Babinkamtibmas Sarae turun mengecek persoalan pembagian bantuan di lingkungan setempat. Warga Melayu yang pernah tinggal di Tolobali mengembalikan uang Rp500 ribu yang sudah dibagikan oleh RW. (US)


Daftar Penerima Bantuan di RW 06 Lingkungan Tolobali Kelurahan Sarae. Foto Berita11.com








No comments