Breaking News

Selama Tahun 2016, KPHL Toffo Tangani Tiga Kasus Illegal Logging

Barang Bukti Kayu yang Disita Petugas KPHL Toffo Pajo Dompu. Foto Berita11.com



Dompu, Berita11.com— Selama tahun 2016 lalu, Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Toffo Pajo di Kabupaten Dompu menangani sedikitnya tiga kasus perambahan hutan atau illegal logging. Tiga kasus itu sudah dilimpahkan kepada aparat kepolisian.

Kepala Seksi Pengendalian dan Pemantauan Hutan KPHL Toffo Pajo, Ikhsan, SP mengatakan, kasus perambahan hutan rata-rata ditemukan dalam kawasan hutan. Bahkan beberapa diantara pelaku illegal logging itu ditangkap ketika beraksi malam hari.

“Sedikitnya ada tiga kasus yang kita tangani selama 2016. Ada yang ditangkap malam hari dan ditangkap ketika melintas,” katanya di Dompu, Senin (9/1/2017).

Dikatakan dia, ada ratusan hektar hutan yang dikelola oleh masyarakat dalam wilayah KPHL Toffo Pajo. Rinciannya Hutan Kemasyarakatan (HKm) Pajo 1 seluas 240 hektar, HKm Pajo 2 seluas 355 hektar dan  hutan tanaman rakyat (HTR) seluas 350 hektar. Sejalan dengan keluarnya berbagai ijin dan program pemberadayaan itu, aktivitas perambahan hutan juga meningkat. Salahsatu lokasi yang paling parah yaitu di Teka Ndahu Kecamatan Hu’u.

Menurut Ikhsan, sebenarnya personil KPHL Toffo Pajo sudah bekerja optimal mencegah, mengawasi dan menindak pelaku illegal logging. Kendati demikian, belum seluruh aktivitas perambahan hutan dapat terpantau. Sejumlah kendala yang dihadapi, saat ini KPHL setempat belum memiliki personil polisi hutan (Polhut). Padahal personil yang dibutuhkan setidaknya 35 Polhut.

“Kami juga tidak memiliki penyidik PNS. Termasuk kendala kami masalah anggaran yang belum tersedia sesuai kebutuhan,” katanya.

Ikhsan menyebut, beberapa modus pelaku illegal logging dengan cara mengakut menggunakan truk, pick up, hingga mobil mewah seperti jeniz Inova untuk mengelabui petugas. Bentuk kayu yang diangkut gelondongan atau olahan hingga bentuk papan. Terakhir barang bukti kayu yang diamankan personil KPHL sebanyak 12 kubik.

Pria asli Dompu ini belum mengetahui wilayah peredaran hasil hutan yang dirambah di wilayah kerja KPHL Toffo Pajo. Namun umumnya dibawa keluar dari wilayah setempat. “Bunyi suara mesin senso di sini kadang malam hari. Sehingga setiap menerima informasi kami pasti turun mengecek,” katanya. (US)

No comments