Breaking News

SMI Bima Peringati Tragedi Malari

Massa SMI Bima saat Menggelar Unjuk Rasa, Selasa (17/1/2017).


Kota Bima, Berita11.com— Puluhan orang yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Bima menggelar aksi unjuk rasa di persimpangan Gunung Dua, jalan Soekarno-Hatta, Selasa (17/1/2017) pagi. Mereka menyampaikan sejumlah pernyataan sikap terkait Malapetaka 15 Januari (Malari).

Koordinator aksi, Ade Irwan mengatakan, Malari merupakan suatu gerakan mahasiswa dan gerakan rakyat yang merasa tidak puas terhadap kebijakan pemerintah terkait kerja sama dengan pihak asing untuk pembangunan nasional. Para Mahasiswa menganggap kebijakan Pemerintah kala itu sudah menyimpang dan tidak berhaluan kepada pembangunan, yang mementingkan rakyat.

Mahasiswa menilai malah dengan kerja sama semakin memperburuk kondisi ekonomi rakyat. Kedatangan Ketua Inter-Governmental Group on Indonesia (IGGI) lembaga pemodal asing bentukan Amerika Serikat Ian P Prank dijadikan momentum awal untuk demonstrasi antimodal asing.

Sepanjang 2016, berbagai upaya dilakukan Pemerintah Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas pertumbuhan. Melanjutkan upaya yang dilakukan sejak September 2015, pemerintah menerbitkan 14 Paket Kebijakan Ekonomi,yang meniadi ruh untuk mendongkrak investasi.

Kran investasi dibuka selebar-lebarnya, bahkan lebih lebar daripada era Orde Baru. Saat orasi, massa menyampaikan sejumlah penyataan sikap diantaranya lawan kapitalisasi pendidikan,  mendesak pengapusan  Uang Kuliah Tunggal, mendesak transparansi anggaran pendidikan dan jaminan kebebasan berserikat dan beraspirasi di lingkungan kampus.

Selain itu massa mendesak  jaminan demokrasi di dunia pendidikan, meminta  agar harga Sembako dan pajak rakyat diturunkan. Mendesak penghentian kekerasan terhadap gerakan rakyat. Selain itu SMI menyerukan perlawanan terhadap siswa pasar bebas (MEA) menolak perjanjian liberisasi ekonomi bangsa Indonesia. Tuntutan lain menolak upah murah, mendesak jaminan sosial untuk pemuda, KMK dan keluarga nelayan.

Saat menggelar aksi, massa membagikan selebaran yang berisi pernyataan sikap. Mereka menggalang perhatian pengendara agar ikut berpartisipasi ikut mewujudkan perubahan. (RL/IL) 

No comments