Breaking News

247 Hektar Padi di Sumbawa Terancam Puso

Tanaman Padi Terendam Banjir. Foto Kanal Aceh


Sumbawa, Berita11.com— Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa mengindentifikasi 247 hektar tanaman padi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sumbawa terancam puso setelah direndam banjir bandang akhir Januari 2017 lalu. 20,25 hektar jagung juga terancam gagal panen.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir Edy Ismunandar, M.Si mengatakan, selainn 247 hektar tanaman yang masuk kategori terancam gagal panen, 88 hektar lainnya juga dipastikan tidak bisa dipanen setelah direndam banjir.

Edy menyebutkan, sejumlah lahan pertanian yang terdampak banjir yaitu 195 hektar tanaman padi di Desa Penyaring dan Desa Baru. Namun tanaman tersebut masih berpeluang untuk dipanen. Sementara 81 hektar lainnya di Desa Penyaring dipastikan gagal panen.

Berdasarkan pendataan Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, 17 hektar tanaman padi Desa Nijang Kecamatan Unter Iwes dipastikan gagal panen. Di Desa Spayung Kecamatan Plampang luapan banjir merendam 17 hektar tanaman padi dan 20,25 hektar jagung. Sementara di Desa Kandang Dima Kecamatan Labuan Badas sedikitnya 25 hektar tanaman padi terendam banjir.

Menurut Edy, tanaman padi dan jagung yang terendam banjir rata baru tumbuh 30 hingga 40 hari. “Dinas (Pertanian) akan memberikan bantuan kepada para petani yang tanamannya tidak bisa diselamatkan atau puso. Bantuan berupa benih padi 25 kilogram untuk per hektar,” isyarat Edy.

Pada bagian lain Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa, Drs H Arif, M.Si memastikan banjir bandang yang melanda Kabupaten Sumbawa tidak memengaruhi harga kebutuhan pokok (Sembako) terutama beras di wilayah setempat.

“Tidak kenaikan harga kebutuhan pokok. Itu dibuktikan berdasarkan hasil pantauan langsung di lapangan oleh Diskoperindag bersama  istansi lain,” ujar pejabat asli Bima ini. (RUL)

Baca Juga :

No comments