Breaking News

Hadiri Pelatihan RPBRS, Qurais Puji RS PKU Muhammadiyah

Wali Kota Bima HM Qurais Membuka Lokakarya RPBRS.


Kota Bima, Berita11.com— Wali Kota Bima, HM Qurais H Abidin memuji pelayanan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bima. Meskipun terdampak banjir bandang pada akhir tahun 2016 lalu, namun paling cepat pulih memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Itu sampaikan Qurais saat membuka pelatihan Rencana Penanggulangan Bencana Rumah Sakit (RPBRS) dan lokakarya Kajian Risiko Bencana yang dilaksanakan oleh Rumah Sakit PKU Muhammadiyah,  Minggu, (26/2/2017).

“PKU Muhammadiyah merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang terdampak cukup parah dalam bencana banjir bandang bulan Desember 2016 lalu. Hebatnya, PKU Muhammadiyah juga termasuk yang paling cepat pulih”, kata Qurais seperti dikutip Pelaksana Tugas Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Syahrial Nuryadin, S.IP, MM.

Ia berharap lokakarya dan pelatihan bisa menjadi media transfer ilmu untuk memperluas wawasan masyarakat dalam mengantisipasi terjadinya bencana.

Selain Qurais, pelatihan RPBRS dan lokakarya Kajian Risiko Bencana  juga dihadiri  Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dr. Rahmawati Husen, Ph.D, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bima H. Syarafudin, Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Kota Bima, Eka Iskandar, M. Si, serta Direktur RS PKU Muhammadiyah dr. H. Muhammad Ali, Sp.PD.

Ketua MDMC, dr. Rahmawati Husen, Ph.D menjelaskan, RS PKU Muhammadiyah merupakan salah satu rumah sakit yang terpilih untuk melaksanakan program kesiapsiagaan rumah sakit dan kesiapan masyarakat untuk kedaruratan dan bencana.

“Program ini bernama Program Hospital Preparedness and Community Readiness for Emergency and Disaster (HPCRED)”, katanya.

Dijelaskannya, HPCRED atau program kesiapsiagaan rumah sakit dan kesiapan masyarakat untuk kedaruratan dan bencana bertujuan untuk memperkuat kesiapan rumah sakit Muhammadiyah atau Aisyiyah dan masyarakat di sekitar Rumah Sakit dalam menghadapi keadaan darurat dan bencana.

Program ini merupakan kerjasama lembaga MDMC PP Muhammadiyah dengan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia.

Manager Area HPCRED Bima Imran Syafrudin, SpdI, mengatakan, RS PKU Muhammadiyah Bima merupakan salah satu sasaran program HPCRED. Sebagai langkah awal program, diselenggarakan kegiatan pelatihan rencana penanggulangan bencana rumah sakit bagi tenaga medis, termasuk lokakarya analisis risiko bencana bagi masyarakat di sekitar rumah sakit yang berlangsung dari tanggal 26-28 Februari 2017.

Pelatihan dimaksudkan untuk mengenalkan konsep dasar penanggulangan bencana bagi tenaga medis dan masyarakat di sekitar rumah sakit Muhammadiyah Bima. Kegiatan merupakan rangkaian pendampingan pemberdayaan rumah sakit dan masyarakat tangguh bencana lingkar rumah sakit selama enam bulan mendatang.

Lokakarya dan pelatihan diikuti perwakilan tenaga medis RS PKU Muhammadiyah, tenaga medis Pemerintah Kota Bima serta masyarakat lingkar rumah sakit. Wali Kota Bima, HM Qurais  mendukung program yang dilaksanakan MDMC dalam rangka menjadikan rumah sakit dan masyarakat tangguh terhadap bencana. Qurais juga mengapresiasi aksi MDMC dan warga Muhammadiyah pascabencana banjir bandang tahun 2016 lalu. (US)Kota Bima, Berita11.com— Wali Kota Bima, HM Qurais H Abidin memuji pelayanan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bima. Meskipun terdampak banjir bandang pada akhir tahun 2016 lalu, namun paling cepat pulih memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Itu sampaikan Qurais saat membuka pelatihan Rencana Penanggulangan Bencana Rumah Sakit (RPBRS) dan lokakarya Kajian Risiko Bencana yang dilaksanakan oleh Rumah Sakit PKU Muhammadiyah,  Minggu, (26/2/2017).

“PKU Muhammadiyah merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang terdampak cukup parah dalam bencana banjir bandang bulan Desember 2016 lalu. Hebatnya, PKU Muhammadiyah juga termasuk yang paling cepat pulih”, kata Qurais seperti dikutip Pelaksana Tugas Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Syahrial Nuryadin, S.IP, MM.

Ia berharap lokakarya dan pelatihan bisa menjadi media transfer ilmu untuk memperluas wawasan masyarakat dalam mengantisipasi terjadinya bencana.

Selain Qurais, pelatihan RPBRS dan lokakarya Kajian Risiko Bencana  juga dihadiri  Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dr. Rahmawati Husen, Ph.D, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bima H. Syarafudin, Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Kota Bima, Eka Iskandar, M. Si, serta Direktur RS PKU Muhammadiyah dr. H. Muhammad Ali, Sp.PD.

Ketua MDMC, dr. Rahmawati Husen, Ph.D menjelaskan, RS PKU Muhammadiyah merupakan salah satu rumah sakit yang terpilih untuk melaksanakan program kesiapsiagaan rumah sakit dan kesiapan masyarakat untuk kedaruratan dan bencana.

“Program ini bernama Program Hospital Preparedness and Community Readiness for Emergency and Disaster (HPCRED)”, katanya.

Dijelaskannya, HPCRED atau program kesiapsiagaan rumah sakit dan kesiapan masyarakat untuk kedaruratan dan bencana bertujuan untuk memperkuat kesiapan rumah sakit Muhammadiyah atau Aisyiyah dan masyarakat di sekitar Rumah Sakit dalam menghadapi keadaan darurat dan bencana.

Program ini merupakan kerjasama lembaga MDMC PP Muhammadiyah dengan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia.

Manager Area HPCRED Bima Imran Syafrudin, SpdI, mengatakan, RS PKU Muhammadiyah Bima merupakan salah satu sasaran program HPCRED. Sebagai langkah awal program, diselenggarakan kegiatan pelatihan rencana penanggulangan bencana rumah sakit bagi tenaga medis, termasuk lokakarya analisis risiko bencana bagi masyarakat di sekitar rumah sakit yang berlangsung dari tanggal 26-28 Februari 2017.

Pelatihan dimaksudkan untuk mengenalkan konsep dasar penanggulangan bencana bagi tenaga medis dan masyarakat di sekitar rumah sakit Muhammadiyah Bima. Kegiatan merupakan rangkaian pendampingan pemberdayaan rumah sakit dan masyarakat tangguh bencana lingkar rumah sakit selama enam bulan mendatang.

Lokakarya dan pelatihan diikuti perwakilan tenaga medis RS PKU Muhammadiyah, tenaga medis Pemerintah Kota Bima serta masyarakat lingkar rumah sakit. Wali Kota Bima, HM Qurais  mendukung program yang dilaksanakan MDMC dalam rangka menjadikan rumah sakit dan masyarakat tangguh terhadap bencana. Qurais juga mengapresiasi aksi MDMC dan warga Muhammadiyah pascabencana banjir bandang tahun 2016 lalu. (US)

No comments