Breaking News

Hentikan Kebiri Masyarakat atas Nama Demokrasi!

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan oleh Anggota DPR RI, Muhammad Lutfi, Selasa (14/2/2017).


Kota Bima, Berita11.com— Pada era kebebasan seperti sekarang ini banyak pihak yang keliru memaknai arti demokrasi. Bahkan dinamikanya di tengah masyarakat tak sedikit kelompok atau orang tertentu yang  membawa-bawa nama masyarakat untuk kepentingan pribadinya.

Itu menjadi salah satu radar sorotan anggota Fraksi Golkar DPR RI, H Muhammad Lutfi SE saat sosialisasi empat pilar kebangsaan, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika, di hotel La Ila Kota Bima, Selasa (14/2/2017).

“Kadang-kadang kita berbicara  atas nama rakyat. Rakyat yang mana? Makanya sistem demokrasi kita ini harus dipahami dan dimengerti sehingga demokrasi itu betul-betul memberikan makna,” ujar Lutfi.

Menurut pria asal Bima ini, banyak sekali persoalan di tengah masyarakat yang tidak berujung sebagai persoalan kebangsaan. Bahkan yang dikedepankan pihak tertentu demokrasi “semau gue”.

“Asal  bisa bersuara. Padahal demokrasi itu tidak seperti itu hakekat demokrasi, ketika kita maknai demokrasi itu sendiri,” katanya.

Dijelaskannya, demokrasi merupakan dua kata yang luar biasa yaitu demo dan kratos yang artinya kedaulatan ada di tangan rakyat. Demokrasi  harus dimaknai secara prosedural  dan memperoleh legitimasi kedaulatan rakyat.

“Sehingga hakekat dan harga demokrasi itu benar-benar utuh. Bukan nilai negatif terhdap satu persepsi di bangsa Indonesia. Karena banyak orang yang mengatakan representasi adalah bagian dari demokrasi. Betul partisipasi masyarakat dalam berdemokrasi itu penting,” katanya.

Dia mengingatkan, jangan sampai pihak tertentu yang mengaku memperjuangkan kedaulatan rakyat malah mengebiri masyarakat dengan menonjolkan isu demokrasi. 
“Jangan juga menabrak sumber-sumber hukum ynag ada. Persoalan, kalau kita bicara bukan pada posisi sesungguhnya membawa persoalan pada ranah hukum,” katanya. (US) 

No comments