Breaking News

Mensos RI Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir Sumbawa


Penyerahan Bantuan Korban Banjir Sumbawa oleh Mensos Hj Khofifah Indar Parawansa


Sumbawa, Berita11.com— Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Dra Hj Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan untuk korban banjir Sumbawa. Secara simbolis bantuan diterima oleh Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril, B.Sc di Wisma Daerah Kabupaten Sumbawa, Rabu (15/2/2017).

Proses penyerahan bantuan disaksikan sejumlah pihak  yaitu, Wakil Bupati Sumbawa Drs H Mahmud Abdullah, Sekda Sumbawa Drs H Rasidi, Kapolres Sumbawa AKBP Muhmmad SIK, Dandim 1607 Sumbawa Letkol ARM Sumanto S.Sos, Kepala Dinas Sosial Sumbawa Tri Karyati S.Sos , Kepala Satuan Polisi Pamong Praja  dan sejumlah FKPD dan pimpinan SKPD Kabupaten Sumbawa.

Jenis bantuan yang diberikan pemerintah pusat antara lain, 1.000 paket laut pauk senilai Rp63.222.500. selain itu, 500 lembar tenda gulung senilai Rp90,350 juta. bentuk lainnya, 1.000 lembar mantras senilai Rp63.300.000.  

10 tenda serbaguna senilai Rp172,5 juta. 150 paket  family kit senilai Rp52.727.500. Food Ware sebanyak 150 paket senilai Rp56.057.100. selain itu, 750 lembar selimut  senilai Rp61.125.000, bantuan 10.000 bungkus mie Instant senilai Rp190.400.000. Total bantuan tersebut senilai Rp749.682.100. Sementara untuk bantuan lainya yaitu peratalan kebersihan lingkungan untuk tanggap darurat banjir Kabupaten Sumbawa Besar senilai Rp950.000.000.

Bupati Sumbawa, M Husni Djibril B.Sc, mengatakan bahwa Pemkab  dan masyarakat Sumbawa sangat mengapresiasi  perhatian dan keperdulian pemerintah pusat terutama Mensos RI terhadap daerah dan masyarakat setempat yang tengah dilanda bencana alam.

“Sudah dua kali ibu Mensos RI datang dan mengunjungi kami di Kabupaten Sumbawa Besar. Kami merasa terharu atas perhatianya terhadap kesedihan yang menimpa daerah dan masyarakat Sumbawa saat ini,” ujarnya.

Husni mengungkapkan, hingga saat ini kondisi cuaca buruk masih melanda Kabupaten Sumbawa. Kondisi seperti itu menimbulkan kekuatiran dan spekulasi dalam masyarakat kabupaten Sumbawa timbulnya banjir susulan.

“Saya yang mewakili masyarakat Kabupaten Sumbawa meminta doanya agar bencana alam tidak terjadi lagi di Sumbawa,” pintanya.

Dia mengisyaratkan, Jumat pekan depan Pemkab Sumbawa akan menggelar  doa bersama, menolak bala bencana. Ulama dan masyarakat Sumbawa akan diundang mengikuti acara itu. “Kegiatan doa bersama nanti kami gelar dengan harapan semoga daerah dan masyarakat tidak kembali menjadi korban bencana alam,” harap Husni.

Sementara Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Hari Ikhmat, mengaku sejak becana alam terjadi di Kabupaten Sumbawa pihaknya memantau perkembangan di wilayah Sumbawa. Bahkan pihaknya juga mengerahkan seluruh anggotanya baik yang ada di pusat, propinsi dan daerah untuk terjun langsung ke lokasilokasi terdampak banjir.

“Kami terus memantau apa saja yang dibutuhkan oleh para korban bencana. Termasuk melihat secara langsung kondisi para pengungsi termasuk ketersediaan logistiknya,” jelasnya.

Menurut dia,  pihaknya telah memerintahkan jajaran Kemensos untuk tetap membantu warga yang membersihakan rumahrumah mereka dari sisa lumpur dan sampah yang dibawa luapan banjir. Bahkan pihaknya juga terus menyalurkan makanan siap saji sebanyak 300 bungkus per hari untuk korban banjir.

“Dukungan logistik memang masih ada. Tetapi kami juga membutuhkan tambahan dukungan logistrik tersebut,” ungkapnya.

Mensos RI, Dra. Hj Khofifah Indar Parawansa mengaku prihatin dan sedih melihat kondisi daerah dan masyarakat yang ada di Kabupaten Sumbawa.

“Bencana alam yang terjadi adalah bentuk ujian diberikan oleh Allah untuk menguji kesabaran kita. Jadi kita harus bisa sabar dan terus mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya.

Dikatakannya, ketika terjadi bencana banjir, maka daerah dan masyarakatnya akan kembali menjadi miskin. Untuk itu, pemerintah pusat saat ini harus menghitung kembali nilai dan tingkat kemiskinan yang ada di Kabupaten Sumbawa.

“Pemerintah pusat tentu tidak akan tinggal diam dan tetap akan menganggarkan bantuan untuk masyarakat Kabupaten Sumbawa. Baik itu dari anggaran APBN maupun APBD,” isyaratnya.

Khofifah berharap seluruh masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan masingmasing. Tidak membuang sembarangan sampah. Karena bencana alam seperti banjir terjadi lantaran adanya penumpukan sampah sehingga air yang mengalir di sungai terhambat dan meluap ke pemukiman warga.

“Pemerintah dan pihakpihak lainya juga harus lebih menguatkan sosialisasi ke masyarakat mengenai pentingnya penjaga kebersihan lingkungan masingmasing. Terutama kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai,” pintanya.

Mensos RI juga beharap agar masyarakat tidak tinggal di bantaran sungai. Karena jika banjir terjadi maka yang paling parah terkena dampak yaitu warga yang tinggal di lokasi tersebut. Pemerintah daerah juga diharapkan menyediakan lahan untuk warga yang memiliki rumah di bantaran sungai. Harapannya mereka tak lagi tinggal di sekitar aliran sungai.

“Pemerintah pusat tetap akan memberikan bantuan sosial, terutama kepada para korban banjir yang rumahnya rusak dan hanyut terbawa oleh banjir dan bantuan jaminan kehidupan, terangnya.  

Usai menyerahkan bantuan untuk korban banjir, Mensos RI bersama rombongan meninjau dapur umum tanggap darurat di lokasi Wisma Kabupaten Sumbawa. Setelah itu, Mensos RI beristirahat dan makan bersama di lokasi Wisma Daerah. (RUL)

Baca Juga :

No comments