Breaking News

Pasca Banjir Bandang, 70 Persen Arsip SKPD sudah Diperbaiki

Posko Penyelamatan Arsip Dampak Bencana Banjir Bandang. Foto Berita11.com



Kota Bima, Berita11.com— 70 persen arsip sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang rusak akibat terendam banjir bandang akhir Desember 2016 lalu sudah diperbaiki oleh Posko Penyelamatan Arsip Dampak Bencana Banjir Bandang yang dibuka Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Bima.

Kepala Seksi Pembinaan dan Pengembangan Petugas Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Bima, Edi Sutrisno mengatakan,  posko penyelamatan arsip yang dibuka dinas setempat membantu upaya penyelamatan arsip dan dokumen penting milik SKPD lain, BUMN dan masyarakat, termasuk arsip sejarah dan budaya milik Museum Samparaja.

“Responnya (SKPD dan BUMN) positif, karena kebanyakan kita kasi informasi tips, dari Direktorat Restorasi Arsip. Ternyata harus spesial nggak boleh sembarangan,” katanya kepada Berita11.com di Dinas  Perpustakaan dan Perpustakaan Kota Bima, jalan Sukun Kelurahan Monggonao Kota Bima, Senin (6/2/2017).

Menurut Edi, upaya penyelamatan arsip dan dokumen membutuhkan penanganan khusus. Tak hanya asal dijemur agar kering. Sejumlah petugas Dinas Perpustakaan dan Arsip mendampingi dan memberikan penyuluhan untuk SKPD lain dan sekolah yang berkunjung ke posko.

Alat-alat yang digunakan sederhana, ada di sekitar kita. Cuma ada caira khusus, setelah itu sterilisasi, terus pengeringan. Kalau selama ini kebiasaan masyarakat  langsung dijemur saja walaupun dengan kondisi kertas melekat. Inti dari penyelamatan kita harus diurai satu-satu,” jelasnya.

Dikatakan dia, sebagian besar dokumen penting milik SKPD termasuk yang terkait lembar pertanggungjawaban keuangan dan buku induk milik sejumlah sekolah sudah dapat diperbaiki oleh posko. Sebelumnya, posko yang dibuka Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Bima juga menangani ijazah dan piagam milik sejumlah sekolah.

“Kalau fisiknya kita upayakan semaksimal mungkin kita rapikan. Tapi isinya harus kita selamatkan,” katanya.

Edi menjelaskan, sebelum menangani arsip dan dokumen rusak, posko setempat membuat skala prioritas untuk kategori arsip yang akan diperbaiki. Mulai dari yang bersifat sangat penting, penting hingga bersifat biasa.

Pada masa mendatang, Dinas  Perpustakaan dan Arsip akan mendorong  SKPD untuk melakukan pemindaian terhadap dokumen penting dalam bentuk digital. Upaya itu terutama diarahkan untuk arsip sejarah atau yang bernilai budaya.

“Kita sosialisasi kemudian memberikan teknik bagaimana merawat dan memelihara arsip yang terkena air dan tanah. Setelah itu kita lihat mana arsip yang bernilai sejarah itu kita alih menjadi digitalisasi,” katanya.

Sebelumnya, dinas setempat bersama Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) membantu proses digitalisasi arsip penting milik Museum Samparaja Bima. Untuk membantu dan memantau upaya penyelamatan arsip di Kota Bima,  dalam waktu tak lama lagi ANRI akan kembali berkunjung ke Kota Bima.  (US/*)

Baca Juga :

No comments