Breaking News

Pelajar SMKN 1 Kota Bima asal Labuan Bajo Tewas Ditikam

Korban Penikaman Setelah Sempat Dibawa ke Puskesmas Paruga. Ist


Kota Bima, Berita11.com— Pelajar kelas 2 Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Sekolah Menengah Kejuruan (SMKN) 1 Kota Bima, Hasrullah (16) tewas ditikam tak jauh dari sekolahnya di Kelurahan Tanjung Kota Bima, Jumat (17/2/2017) sekira pukul 11.30 Wita.

Selain Hasrullah, dua rekan pelajar asal Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Provinsi NTT itu , Ipung dan Bambang juga menjadi bulan-bulanan preman berseragam sekolah.  Pelaku penganiayaan yang menewaskan Hasrullah belum ditangkap. Namun identitas pelaku yang diperkirakan lebih dari satu orang itu sudah dikantungi aparat kepolisian.

Sejumlah warga menuturkan, insiden penikaman Hasrullah berawal dari aksi gerombolan lima pelajar yang mendatangi SMKN 1 Kota Bima mencari pelajar setempat yang bernama Bambang. Tak lama mereka keluar hingga menemukannya di sebelah barat sekolah tersebut. Pelaku terlibat duel hingga akhir dihentikan oleh Hasrullah dan Ipung. Aksi heroik korban berakhir tragis. Punggung Hasrullah dan Ipung ditikam. Setelah itu pelaku kabur.

Tak lama sejumlah warga yang melihat insiden tersebut berupaya menolong korban dengan membawa ke Puskesmas Paruga di Kelurahan Dara. Namun beberapa menit setelah coba ditangani petugas medis, korban meningal dunia.  Sementara itu, kondisi Ipung juga sempat sekarat. Namun berhasil selamat setelah ditangani pihak RSUD Bima.

Setelah itu, mayat korban dibawa ke Labuan Bajo menggunakan ambulan melalui kapal penyebrangan Sape-Labuan Bajo. Sejumlah rekan korban yang juga pelajar SMKN 1 Kota Bima mendampingi proses pengantaran mayat.

Seorang rekan korban berharap aparat segera menangkap pelaku penikaman korban dan menghukum setimpal dengan perbuatannya itu. “Baru bulan lalu pas selesai liburan dia membawa saya dan keluarga ikan dari labuan. Setiap hari kami main bersama, tapi nggak nyangka akan seperti ini,” ujar rekan korban yang tak ingin namanya disebut.

Kapolsek Rasanae Barat, AKP Jamaluddin menyebut aparat kepolisian sudah mengantungi nama pelaku penikaman. Bahkan aparat berupaya memburu pelaku yang diperkirakan lebih dari satu itu.

Sementara informasi dari sejumlah warga, insiden yang berbuntut nyawa itu terkait masalah asmara antara rekan korban dengan pelaku. (TN)

No comments