Breaking News

Pemerintah Kucurkan Rp10 Miliar untuk Normalisasi Sungai

Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri saat Diwawancarai Wartawan.


Bima, Berita11.com— Pasca banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bima, secara bertahap pemerintah mulai membenahi infrastrutur. Pemerintah mengalokasikan anggaaran Rp10 miliar untuk normalisasi sungai jalur Kecamatan Sape, Wawo dan Ambalawi. Proyek itu dikerjakan Januari hingga April mendatang.

Kepala Seksi Pembangunan dan Pengusahaan Pengairan Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTB, M Nurul Huda, ST MT, menyebutkan, sejumlah infrastruktur yang akan dibenahi seperti bendungan Sape yang melayani Desa Rai Oi, Desa Nae, Desa Naru, Rasabou, Oi Maci dan Kaleo

“Khusus untuk Sungai Jangka Desa Bugis akan dibangun jembatan sepanjang 30 meter dan dilanjutkan pembuatan talud setinggi  dua meter, sepanjang 8 kilometer agar ketika banjir terjadi tidak meluap ke pemukiman warga yang ada di sisi kiri dan kanan sungai.  Talud tersebut akan dapat berfungsi juga sebagai Jalan Inspeksi,” jelas Huda  seperti dikutip Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bima, Armin Farid, S.Sos.

Pasca banjir bandang yang menerjang wilayah Kabupaten Bima, sepanjang Senin  (30/1/2017), Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima Ir H Taufik Rusdy,  Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ir H Nggempo dan sejumlah pejabat Pemkab Bima meninjau lokasi terdampak banjir di Kecamatan Woha.

Setelah turun dari pesawat, Bupati IDP mengunjungi Dusun Beringin Desa Nisa dan sejumlah desa lain di Kecamatan Woha. Setelah itu melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Sape.

Di Sape, Bupati meninjau bendungan Parangina Sape yang alur sungainya telah dibelokkan banjir beberapa waktu lalu.

Menurut Bupati agar bendungan berfungsi kembali, maka  alur sungai harus diarahkan kembali ke arah bendungan. Untuk  itu, masyarakat diharapkan mendukung upaya Balai Wilayah Sungai (BWS) 1 Nusa Tenggara yang akan melakukan membenahi infrastruktur di wilayah setemapt.

Usai meninjau bendungan tersebut Bupati IDP kemudian menuju Kantor Desa Naru Barat untuk melihat bagian belakang kantor desa setempat yang mengalami kerusakan berat akibat longsor.  Setelah itu, rombongan kemudian menuju ke desa Nae  melihat dampak longsor di bantaran sungai yang menyebabkan kerusakan beberapa bagian rumah warga.
Bupati IDP berharap agar warga tidak membangun rumah di dekat bibir sungai karena sangat berbahaya bila terjadi bencana banjir. Untuk mendukung normalisasi sungai, masyarakat diharapkan menggeser posisi bangunan lebih jauh dari posisi bibir sungai. Setelah kunjungan tersebut, rombongan bupati melanjutkan kunjungan ke sejumlah desa lain di Kecamatan Sape.

Seperti diketahui sebelumnya, hujan deras yang terjadi Senin (30/1/2017) malam menyebabkan  air dari dam Pelaparado meluap. 
Camat Woha, M Chandra Kusuma AP melaporkan sejumlah desa yang diterjang banjir meliputi Desa Naru, Desa Tenga, Desa Tente, Desa Nisa, Desa Talabiu dan Desa Desa Dadibou.  

Di Desa Naru banjir merendam tiga dusun yaitu Dusun Tani Mulya dan Dusun Sinar dan Dusun Perintis. Sedikitnya 285 rumah terendam dengan ketinggian air mencapai 50- 60 cm. Sejumlah area persawahan juga tidak luput dari rendaman banjir. Di Desa Naru sedikitnya ada 60 hektar tanaman padi milik petani yang terendam banjir.
Sementara di Desa Nisa yang terdampak banjir  Dusun Beringin dan Dusun Tekad Makmur. 710 rumah terendam ketinggian air mencapai 100 cm, area persawahan yang tersedam sebanyak 40 hektar.

Luapan banjir juga merendam sedikitnya 50 rumah di Desa Talabiu  dengan ketinggian air  30 cm. Sementara itu, di Desa Penapali sekitar 150 rumah dan 50 hektar area persawahan yang terendam banjir setinggi 40-50 cm. Di Desa Dadi Bou, sebanyak 20 rumah juga banjir. (AN)

No comments