Breaking News

Petani Donggobolo Jarah Jatah Pupuk untuk Kecamatan Bolo dan Donggo

Puluhan Petani Donggobolo Menjarah Pupuk Urea, Senin (6/2/2017) sore. Foto Berita11.com


Bima, Berita11.com— Puluhan petani di Desa Donggobolo Kecamatan Woha Kabupaten Bima menjarah pupuk urea yang diangkut  truck bernomor polisi DR8692SZ ketika melintas di jalan negara desa setempat, Senin (6/2/2017) sore.  Pupuk yang dijarah merupakan milik UD Rahman di Kecamatan Bolo.

Petani Desa Donggobolo, Rukaya yang ikut menjarah pupuk urea mengungkapkan petani di desa setempat gusar karena pupuk yang terdistribusi tidak mencukupi kebutuhan, sehingga mereka menjarah pupuk yang diangkut menuju Kecamatan Bolo.

“Bagaimana kita nggak jarah, pupuk untuk petani di sini sedikit. Memang sudah didrop tapi kurang tidak sesuai kebutuhan petani,” ungkapnya.

Petani lain, Erna mengatakan, aksi jarah terpaksa dilakukan petani setempat karena rata-rata petani di Desa Donggobolo sedang membutuhkan pupuk urea. Sementara di Kecamatan Woha harga pupuk meroket hingga Rp125 ribu per zak. Selain mahal, dua pekan terakhir pupuk urea tidak tersedia.

“Sekarang umur tanaman sudah 15 hari sehingga sangat membutuhkan pupuk. Makanya kami rela desak-desakan untuk dapat pupuk,” katanya.

Supir pengangkut pupuk, Ince mengaku tidak dapat membendung aksi penjarahan yang dilakukan warga. Ketika berhenti pupuk yang diangkut langsung “digerogoti” puluhan petani.

Pupuk yang dijarah petani Donggobolo merupakan milik UD Rahman yang akan didistribusikan untuk petani di Kecamatan Bolo dan Kecamatan Donggo. “Sebenarnya bukan jatah mereka (petani) di sini karena ini untuk petani di Sila dan Donggo. Tapi tiba-tiba ditahan tadi,” ujar Ince.

Pantauan Berita11.com di lokasi, beberapa menit setelah puluhan petani menjarah pupuk, tak satu pun aparat Kepolisian yang nampak di lokasi kecuali Kepala Desa Donggobolo yang mencoba menghentikan aksi petani. Kerumunan warga yang menjarah pupuk menyebabkan kemacetan hingga belasan menit di ruas jalan negara  Desa Donggobolo. Akibat dijarah, sebagian butiran pupuk tercecer di ruas jalan. (US)

No comments