Breaking News

PMKM Sumbawa Tolak Kriminalisasi Terhadap Ulama

Aksi Bela Ulama yang Dilakukan PMKM Sumbawa di Depan Mapolres Sumbawa. Foto Syahrul Berita11.com


Sumbawa, Berita11.com— Belasan orang yang tergabung dalam Pemuda Muslim dan Kaum Muslimin (PMKM) Kabupaten Sumbawa menolak kriminalisasi terhadap ulama. Itu mereka suarakan dalam aksi PMKM di depan Mapolres Sumbawa, Selasa (31/1/2017) lalu.

Aksi penolakkan kriminalisasi dan dukungan terhadap ulama dikoordinir oleh koordinator umum, Andi Rusni SE, yang tak lain merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa. Sementara sejumlah pentolan massa PMKM yakni Agus Mutahir S.Pd, Lukmanul Hakim SE, Syaifullah DB,  S.Pd, Joni Saputra S.Pt, dan Jahuddin S.Pd.

Andi Rusni,  SE menyatakan, aksi PMKM Selasa lalu sebagai gerakan untuk mendukung semua ulama yang ada di Indonesia terutama Habib Muhammad Rizqi  Bin Husein Syihab. 

“Mari kita lawan bagi siapapun yang menolak kehadiran ulama,” katanya. 
Ia mengatakan, gerakan yang dilakukan PMKM Sumbawa adalah bagian gerakan se-Indonesia. Umat Islam sengaja dibenturkan, termasuk dalam kasus ulama. “Kami menolak kriminalisasi terhadap para ulama. Negara ini juga merdeka karena atas takbir Allahu Akbar,” katanya.

Sementara Rusdin S. Pd mengatakan, Islamifobia atau ketakutan terhadap Islam akhir– akhir ini menerpa dunia dan juga Indonesia. Sejarah tahun 1960 kembali terulang, dimana para ulama dikriminalisasi hanya karena Islam dianggap sebagai tembok penghalang kebangkitan sebuah faham yang bertentangan dengan dasar Negara Indonesia yaitu Pancasila.

Dikatakannya, bisa dilihat  bersama ada beberapa kelompok yang menolak kehadiran para ulama di sejumlah daerah termasuk di Sumbawa. Padahal  kehadiran Habieb Muhammad Rizieq Syihab, Ustadz Bcahtiar Natsir Lc, KH Ma’ruf amin dan lainnya adalah dambaan dan harapan. Karena ulama adalah panutan, tauladan dan pembawa berita gembira.

“Kehadiran beliu bagi kami adalah pelita yang akan menerangi jalan kami menuju pada semangat kebangkitan umat islam. Adanya segilintir orang yang mengatasnamakan masyarakat Sumbawa dan menolak kehadiran ulama di Sumbawa hanyalah orang–orang bayaran yang keimananya lemah, bermental rusak yang hanya akan memperkeruh suasana,” katanya.

Menurut dia, Sumbawa adalah daerah yang egaliter, terbuka dan menghormati para tamu, tentu sangat bertentangan dengan adat istiadat serta norma yang berlaku di masyarakat apabila menolak ulama, terlebih lagi jika dikaitkan dengan umat Islam Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa yang konudusif, aman dan damai.

“Sumbawa merupakan miniature Indonesia karena terdiri dari berbagain suku, bangsa dan agam, setiap orang dapat hidup rukun dan damai di dalamnya tetapi bukan berati dapat mengusik simbol– simbol aqidah Islam apalagi para ulama,” katanya.

Dalam aksinya PMKM Sumbawa juga  mengakui  Al Habib Muhammad Rizqi  Bin Husein Syihab adalah imam besar umat Islam Indonesia. Selain itu menyatakan bahwa setiap jengkal tanah Sumbawa menerima kehadiran ulama dan siap menyambut para ulama
Mendukung penuh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa-Majelis Ulama Indonesia (GNF-MUI). Serta mendukung kehadiran Raja Salman (The King of Saudi Arabia) hadir di Indonesia.

PMKM Sumbawa juga menyatakan siap membela Islam, ulama dan menegakkan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Usai orasi massa PMKM menyerahkan pernyataan sikap  kepada Kabag Ops Polres Sumbawa, Yusuf. Massa juga menyerahkan pernyataan sikap kepada Pemkab Sumbawa. Pernyataan sikap diserahkan Koordinator Umum PMKM Sumbawa, Andi Rusni SE kepada Wabup Sumbawa, Mahmud. (RUL)


Baca Juga :

No comments