Breaking News

Puluhan Kendaraan Terjaring Operasi Knalpot Racing di Dompu

Aparat Polres Dompu saat Menggelar Operasi Knalpot Racing, Sabtu (25/2/2017) malam. Foto Syahrul Berita11.com


Dompu, Berita11.com— Puluhan sepeda motor yang menggunakan knalpot racing terjaring saat operasi yang digelar Kepolisian Resor (Polres) Dompu, Sabtu (25/2/2017) malam. Operasi ini digelar untuk menyadarkan pengendara agar berhenti menggunakan knalpot racing.

Pantauan langsung Berita11.com,  operasi kenalpot racing berlangsung di beberapa titik lokasi di Kabupaten Dompu yaitu depan taman kota Dompu,  samping kantor Pemkab Dompu, depan hotel Adiaksa Dompu dan sejumlah lokasi lain.

Pada saat aparat kepolisian tiba di lokasi, para pengendara  berhamburan menggunakan sepeda motor karena takut terjaring. Tidak hanya itu, sebagian pengedara ada juga yang terpaksa mengenderai motornya melewati gang-gang kecil untuk menghindari operasi aparat kepolisian. Kendati demikian, sejumlah kendaraan berhasil dijaring dan diamankan oleh aparat kepolisian di Mapolres Dompu.

Kapolres Dompu, AKBP Jon Wesly Arianto S.I.K, kepada Berita11.com mengatakan,  operasi merupakan bentuk kegiatan yang ditingkatkan oleh aparat kepolisian menyusul maraknya penggunaan knalpot racing di wilayah Kabupaten Dompu.

Bahka, kata dia,  pengendara yang menggunakan knalpot racing banyak yang berkeliaran malam hari mengganggu ketenangan masyarakat yang tinggal di sekitar jalan raya. “Inilah alasan kenapa kami kepolisian melakukan operasi kendaraan yang menggunakan knalpot racing,” ungkap Kapolres Dompu, AKBP Jon Wesly Arianto, S.I.K  saat diwawancarai di halaman Mapolres Dompu, Sabtu (25/2/2017) malam.

Menurut Jon, Polres Dompu terpaksa menerapkan penindakan terhadap pengendara yang menggunakan knalpot racing. Karena dua bulan terakhir penggunaan knalpot bising marak terjadi di Kabupaten Dompu.

“Kami bukan mencari cari kesalahan. Akan tetapi kami melakukan hal ini sebagai bentuk memberikan penyadaran kepada para pengendara. Karena menggunakan knalpot racing selain menggunakan aksi trek trekan,  juga mengancam keselamatan para pengendara itu sendiri, “ jelas Jon.

Diakuinya, pada tahun sebelumnya pihaknya pernah melakukan operasi serupa. Hasilnya para pengedara di wilayah Dompu sempat sadar, tidak menggunakan knalpot racing. Namun dua bulan terakhir kebiasaan itu kambuh. “Ternyata kesadaran para pengendara tidak berlangsung lama dan mereka kembali menggunakan kenalpot racing, “ ungkapnya.

Kapolres Dompu menyebut,  jumlahnya kendaraan yang terjaring operasi mencapai puluhan sepeda motor, termasuk tiga unit mobil odong-odong yang saat itu sedang melintas di depan Mapolres Dompu.

“Semua kendaraan yang terjaring langsung diproses dan diperiksa kelengkapan surat- surat kendaraan oleh pihak Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Dompu," terangnya.

Jon mengisyatkan, operasi kenalpot racing akan terus dilakukan oleh Polres Dompu. Untuk itu pengedara diharapkan sadar, tak lagi menggunakan knalpot racing. “Tidak menutup kemungkinan ke depan kami juga akan memberikan imbuan kepada para penjual knalpot racing di wilayah Dompu,” isyaratnya.

Menurutnya,  kesadaran untuk tidak menggunakan knalpot racing harus lahir dari para pengendara itu sendiri.  “Mungkin juga ke depan kami  akan menggelar kegiatan operasi pemeriksaan SIM,  lelengkapan berkendara dan surat-surat kendaraan,” pungkasnya. (RUL)






No comments