Breaking News

Saluran BO Mangkrak, Petani di Penyaring Mengeluh

Saluran Irigasi Pertanian. Ilustrasi


Sumbawa, Berita11.com— Sejumlah petani di Desa Penyaring Kecamatan Moyo Kabupaten Sumbawa mengeluhkan saluran irigasi BO1 hingga BO5 sepanjang tiga kilometer yang sudah lama mangkrak. Akibat saluran tidak berfungsi, distribusi air untuk kebutuhan petani pun terhambat.

Ketua Kelompok Tani Unter Ode Kabupaten Sumbawa, Zuhriadi Tabri mengatakan, sudah lebih dari satu tahun saluran irigasi yang mengalirkan air dari bendungan Batu Bulan ke lahan pertanian di Desa Penyaring tidak berfungsi. Padahal infrastruktur itu dibangun oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 1 untuk kepentingan distribusi air.

Menurutnya, jaringan irigasi BO terakhir yang dikerjakan pada tahun 2015  sampai saat ini masih tertutup material sedimentasi. Para kelompok tani menduga bahwa BWS Nusa Tenggara 1 tidak pernah melakukan rehabilitasi irigasi BO tersebut.

“Padahal peruntukan untuk biaya rehailitasi saluran irigasi yang nilai anggaranya sangat besar,” katanya.

Sementara Kepala UPT Pusat Informasi Agrobisnis Moyo Utara dan Moyo Hilir, Suhardiman SP mengatakan lahan pertanian di Desa Penyaring mengalami masalah sebelum hujan mulai mengguyur Kabupaten Sumbawa. Bahkan tiga hingga empat hektar padi yang baru tumbuh 20 hari sempat mengalami kekeringan sedang.

“Begitu juga dengan tadah hujan karena sulit terjangkau air bendungan Batu Bulan,” katanya.

Untuk mengatisipasi persaoalan itu, Camat Penyaring berencana akan melakukan menyisir saluran irigasi bermasalah di Moyo Utara yang mengakibatkan terhambatnya distribusi air, termasuk di wilayah Penyaring.

Soal sorotan petani, staf BWS Irigasi 2 Kabupaten Sumbawa, Nanang menjelaskan bahwa tidak ada masalah terkait saluran irigasi BO. Baik dari segi fisik dan kualitas proyek. Namun yang menjadi  masalah hanya pada sistem pembagian air untuk lahan pertanian termasuk di Desa Penyaring.

“Pembagian air ke lahan pertanian itu merupakan tugas KUPTD Batu Bulan yang bertugas mengatur jadwal pembagian air tersebut,” katanya.

Menurut dia, tugas BWS Irigasi 2 Kabupaten Sumbawa hanya pada lingkup membangun dan melakukan rehabilitasi saluran irigasi di lokasi tersebut. Artinya kewajiban BWS sudah dilakukan.

Dijelaskannya, saluran irigasi mulai dibangun pada tahun 1998 dan dikerjakan secara sporadis oleh BWS Irigasi 2I Kabupaten Sumbawa dan Pengembangan Sumber Daya Air (PSDA) Kab.Sumbawa.

“Setelah pembangunan proyek tersebut rampung kemudian dilakukan operasi percobaan. Hasilnya saluran irigasi beroperasi sesuai dengan apa yang diharapkan,” katanya. (RUL) 

Baca Juga :

No comments