Breaking News

Walah, Jaringan Tersier dan Meteran Air Desa Baka Jaya “Tidur Lelap”

Proyek Jaringan Tersier dan Meteran Air di Desa Baka Jaya yang hingga kini masih Mangkrak. Foto Syahrul


Dompu, Berita11.com—Proyek pembangunan jaringan tersier dan meteran air  di Dusun Wodi, Desa Baka Jaya, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, menuai  kritikan pedas dari berbagai pihak  di desa setempat. Masalahnya, proyek yang dikerjakan dengan dana yang bersumber APBDP senilai Rp100 juta tahun 2016 itu sampai kini tidak berfungsi sehingga tidak bisa dimanfaatkan warga.

”Keberadaan proyek ini sama saja tidak ada gunanya, mati total. Sebab sejak selesai proyek ini dikerjakan, tidak pernah berfungsi atau memberikan manfaat. Padahal keberadaan proyek ini sejatinya untuk menyediakan air bersih bagi para warga,” ungkap Idrus, warga Desa Baka Jaya, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Idrus, kepada Berita11.com, Rabu (8/2/2017).

Menurut Idrus, kondisi jaringan tersier dan meteran air yang mangkrak sejak dikerjakan  sudah lama dikeluhkan oleh warga. Namun keluhan hingga kini keluhan masyarakat tak kunjung direspon sejumlah pihak terkait.

“Jangan kan air bersih yang keluar lewat fisik bangunan  itu. Air kotor saja itu tidak ada. Kami sudah lama melaporkan mengenai hal ini, tapi sampai sekarang belum juga ada yang respon,” ujarnya.

Dikatakan dia, masyarakat di Dusun Wodi, Desa Baka Jaya, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, sangat membutuhkan air bersih sebagai sumber kehidupan. Jadi seharusnya bangunan fisik proyek itu bisa meringkan penderitaan masyarakat Dusun Wodi yang mengalami krisis air bersih.

Sayang ternyata keberadaan fisik bangunan proyek itu  seperti pajangan saja. “Jujur saja, kami atas nama masyarakat Dusun Wodi Desa Baka Jaya, rasanya sudah terlalu lama dibaluti rasa sabar dengan kondisi seperti ini. Jangan menunggu kami bereaksi masif dan sporadis baru keluhan kami diperhatikan,” katanya.

Atas dasar itu, Idrus berharap sejumlah pihak, terutama PKabupaten Dompu segera bertindak dan perduli terhadap keluhan masyarakat Dusun Wodi Desa Baka Jaya. Apalagi infrastruktur itu merupakan sumber kehidupan yang paling utama. “Kami berharap segera ditangani secara serius,” harapanya.

Penyataan yang sama juga disampaikan oleh Ketua LSM Gerilya Kabupaten Dompu, Farid Fadli alias Capung, kepada Berita11.com, dia mengaku kecewa terhadap keberadaan fisik proyek  pembangunan jaringan tersier dan meteran air yang berlokasi di Dusun Wodi, Desa Baka Jaya tersebut.

“Apa yang mau dimanfaatkan oleh masyarakat, kalau fisik bangunan jaringan tersier dan meteran air tidak berfungsi. Padahal keberadaan itu seharusnya mampu memberikan air bersih kepada masyarakat,” tuturnya.

Kondisi tersebut, lanjut Capung, menunjukan bahwa pekerja proyek itu diduga lebih dominan berorientasi keuntungan pribadi, ketimbang memberikan manfaat untuk masyarakat setempat.

“Apa gunanya kalau fisik proyek tersebut tidak mampu memberikan air bersih kepada masyarakat. Apa memang bangunan ini segaja dibangun hanya untuk dijadikan pajangan?” tanyanya.

Menurut Capung, fisik proyek yang mangkrak itu patut dipertanyakan. Jangan sampai,  di dalam Laporan Pertanggung Jawaban  dilaporkan jika proyek itu telah berhasil dan memberikan  manfaat untuk masyarakat Dusun Wodi Desa Baka Jaya.

“Persaoalan ini akan segera saya usut secara tuntas. Apalagi ini menyakut hak–hak warga untuk mendapatkan air bersih,” isyaratnya. (RUL)  

No comments