Breaking News

Warga Kejar dengan Tombak, Polisi Lepaskan Dua Tembakan

Sebagian Remaja Membubarkan diri Setelah Polisi Melepaskan Tembakan Peringatan. Foto Faisal Berita11.com


Bima, Berita11.com— Sejumlah warga Desa Lewintana Kecamatan Soromandi yang dilengkapi tombak mengejar kerumunan puluhan remaja yang asyik  balapan liar di jalan provinsi antara Dusun Lewidewa dengan Dusun Pasir Putih Desa Lewintana Kecamatan Soromandi, Sabtu (4/2/2017) sore. Aparat Kepolisian Sektor Soromandi juga terpaksa melepaskan dua tembakan peringatan untuk membubarkan kerumunan remaja.

Menurut warga di lokasi, aksi warga Desa Lewintana mengejar remaja yang sedang asyik balapan liar (track-trackan) karena pemuda di desa setempat dianiaya remaja yang sedang track-trackan. Insiden itu memantik amarah warga. Mereka kemudian berupaya mengejar kelompok remaja yang sedang asyik balap liar.

“Bagaimana nggak dikejar mereka pukul anak di sini. Sudah keterlaluan,” ujar warga Desa Lewintana yang enggan menyebut namanya.

Beruntung aksi warga mengejar remaja dapat dihalau sejumlah anggota Kepolisian Sektor Soromandi yang cepat menuju lokasi. Polisi terpaksa melepaskan dua tembakan peringatan untuk membubarkan massa.

Pantauan Berita11.com di lokasi, puluhan remaja memadati jalan provinsi di antara Dusun Lewidewa dengan Pasir Putih Desa Lewintana sejak pukul 16.40 Wita.  Saat terjadi ketegangan sejumlah remaja menutup ruas jalan menggunakan bambu sehingga menyebabkan kemacetan. Sekira pukul 17.40 Wita blokade jalan dibuka aparat kepolisian.

Warga Desa Bajo, Gunawan mengatakan, aksi balap liar  kerap  terulang di pengkolan Desa Lewintana. Bahkan sebelumnya sudah pernah dibubarkan aparat kepolisian. Namun selalu terulang. Padahal sudah pernah kasus pembacokan di lokasi tersebut karena buntut balap liar.

“Biasanya remaja dari luar Kecamatan Soromandi yang datang ribut-ribut di sini. Bahkan sampai ratusan orang. Ada yang balap dan ada juga yang nonton. Yang aneh banyak remaja perempuan yang nekat,” katanya.

Gunawan berharap aparat kepolisian menindak tegas remaja yang terlibat balap liar. Jika memungkinan sepeda motor yang digunakan untuk balap liar harus diamankan untuk membentuk efek jera.

“Kadang dua sampai tiga kali dalam seminggu pasti ada yang balapan liar terutama hari Sabtu sore. Itu sangat mengganggu kami di sini dan berbahaya untuk pengendara lain,” katanya. (US)


No comments