Breaking News

112 Mahasiswa STKIP Yapis Dompu Diwisuda, ini Harapan Bupati HBY

Kegiatan Wisuda STKIP Yapis Dompu, Kamis (9/3/2017). Foto Syahrul Berita11.com


Dompu, Berita11.com— Sebanyak 111 mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Yapis Kabupaten Dompu dikukuhkan sebagai sarjana dalam rapat senat terbuka atau prosesi wisuda di gedung Samakai Kabupaten Dompu, Kamis (9/3/2017).

112 mahasiswa yang diwisuda berasal dari enam program studi (Prodi). Kegiatan wisuda dihadiri pimpinan dan jajaran kampus STKIP Yapis, Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin, Ketua DPRD Kabupaten Dompu, Yuliadin, S.Sos, perwakilan Polres Dompu, IPTU Sabri Gafur, perwakilan Kejari Dompu dan anggota Muspida lain.

Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin, melalui orasi ilmiahnya menyampaikan, wisudawan dan wisudawati diharapkan menciptakan lapangan kerja untuk diri sendiri dan orang lain yang ada di sekitar. Sehingga para wisudawan dan wisudawati tak mesti berniat melamar menjadi pegawai honorer atau Aparatur Sipil Negara.

“Saya sarankan kepada sarjana baru untuk mendirikan usaha. Apalagi di wilayah Dompu banyak peluang usaha mandiri. Mengingat komoditi jagung sangat luar biasa dan mudah–mudahan pertumbuhan ekonomi akan terus meningkat lagi,” harapnya.

Diakui Bupati HBY, niatnya hanya ingin membuka cakrawala berpikir para wisudawan dan wisudawati agar lebih maju. Adanya potensi jagung saja masyarakat Dompu mampu meningkatkan nilai pendapatan ekonomi. 

“Hasil dari menanam jagung pun masyarakat Dompu mampu keluar dari angka kemiskinan. Hal ini dibuktikan bahwa masyarakat yang dulunya tinggal di rumah panggung, sekarang bisa membangun rumah batu. Bahkan bisa membeli motor serta mobil dan mampu membiayai kuliah anak–anaknya sampai ke tingkat tinggi,” ungkapnya.

Dikatakannya, gaji Honorer di Kabupaten Dompu hanya Rp700 ribu per bulan. Demikian juga dengan gaji dirinya sebagai Bupati Dompu yang hanya Rp5,8 juta per bulan. Artinya, pendapatan gaji pegawai honorer dan Bupati Dompu dikalahkan pedapatan para petani jagung yang ada di Dompu.

“Pendapatan yang mampu didapatkan oleh para petani jagung di Dompu yaitu puluhan juta per satu kali panen,”  katanya.

Terlepas dari hal itu, Bupati HBY menyampaikan selamat kepada mahasiswa yang telah menyadang status baru sebagai sarjana.

“Saya berharap dengan status ini akan memberikan manfaat untuk meraih cita– cita dan masa depan. Mari tetap semangat dan berusaha untuk mencapai kesuksesan,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua panitia pelaksana kegiatan Wisuda Sarjana Strata Satu (S1) STKIP Yapis Dompu, Dodo Kurniawan SE, ME, mengatakan tahun ini pihaknya melaksanakan wisuda terhadap 112 mahasiswa yang terdiri dari 29 dari Prodi Bahasa Indonesia, 23 peserta dari Prodi Pendidikan Sejarah, tujuh peserta dari Prodi Bahasa Inggris, 24 peserta dari Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), enam peserta dari Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (Pejaskesrek) dan dan 23 peserta dari Prodi Pendidikan Teknologi Informasi (TI).

“Tahun ini jumlah wisudawan dan wisudawati yang diwisudakan agak sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya. Sebab pada Tahun 2016 kita mewisuda 145 mahasiswa, sehingga di tahun 2017 hanya 112 orang mahasiswa saja,” katanya.

Dijelaskan Dodo, penurunan peserta wisuda mahasiswa pada angkatan tersebut sedikit. Menurut Dodo, STKP Yapis Kabupaten Domopu merupakan perguruan tinggi nomor wahid di Pulau Sumbawa. Hal itu dibuktikan SK Menteri Pendidikan Tinggi Tahun 2015 yang menjelaskan bahwa rengking kampus setempat berada pada urutan ketiga terbaik di NTB, sehingga merupakan berada pada urutan pertama rengking di Pulau Sumbawa.

Pada sisi lain STKIP Yapis Dompu berupaya meningkatkan kualitas atau mutu pendidikan. Salah satunya mendorong kapasitas tenaga pengajar. Dalam waktu tak lama lagi sedikitnya tiga dosen kampus setempat akan dikirim mengikuti program magister. Selain itu, tiga dosen juga akan dikirim mengikuti S3 di Amerika Serikat, Malang dan Sumatera Barat.

“Sehingga totalnya ada enam orang dosen yang akan digolkan dalam rangka meningkatkan kualitas dosen. Sesuai dengan tuntutan daya saing kita, bahwa harus ada doctor minimal setiap prodi satu orang. Mengingat STKIP Yapis Dompu ada enam Prodi jadi harus ada enam doktor,” katanya.

Dodo menyebut, salah satu dosen STKIP Yapis Dompu yang mendapat beasiswa keluar negeri yaitu Furkan Nulhakim, SS. M.Pd.Bi. (RUL)

No comments