Breaking News

Bandeng Hanyut, Setiap Petani Tambak di Woha Rugi hingga Rp30 Juta

Petani Tambak di Woha Mencoba Mengais Bandeng yang Hanyut. Foto Berita11.com


Bima, Berita11.com— Luapan banjir bandang yang terjadi Minggu (26/3/2017) sore tidak hanya merendam pemukiman dan merusak sejumlah infstruktur. Namun lebih dari itu, luapan banjir juga menyebabkan setiap petani tambak di Kecamatan Woha mengalami kerugian hingga Rp30 juta.

Petani bandeng di Desa Donggobolo Kecamatan Woha, Abdul Hadi mengungkapkan hampir seluruh bandeng siap panen milik petani di desa setempat hanyut oleh banjir Minggu (26/3/2017) petang. “Nggak ada yang tersisa. Semua sudah hanyut sejak Minggu sore tambak kami sudah jebol,” ujarnya kepada Berita11.com di Donggobolo, Senin (26/3/2017).

Di Donggobolo tidak hanya Abdul Hadi yang mengalami kerugian. Sedikitnya ada 60 petani tambak di So Nanga Tolosia yang mengalami nasib yang sama dan 145 petani tambak di So Godo. Total kerugian yang mereka taksir mencapai Rp6 miliar karena setiap petani mengalami kerugian hingga Rp30 juta.

“Rata-rata kerugian sampai 30 juta sehingga totalnya sampai sekitar enam miliar. Belum di lokasi lain,” katanya saat memantau kondisi tambaknya.

Abdul Hadi berharap jika pemerintah berkenan membantu petani tambak sebaiknya menyiapkan nener agar bisa menabur harapan baru. “Kalau bisa dibantu kami mohon agar dibantu nener saja,” harapnya.

Menurut H Idrus Haki, petani tambak lainnya, sebenarnya terjangan banjir yang melanda sawah dan tambak warga bukan pertama kali terjadi di Kecamatan Woha. “Sebelumnya lima tahun lalu kejadian serupa ini juga pernah terjadi. Malah dulu yang lebih besar,” katanya.

Idrus mengaku hanya bisa merelakan seluruh bandeng yang dirawatnya di tambak hanyut bersama luberan banjir. “Bisa bagaimana lagi, kita nggak bisa tolak musibah. Mudah-mudahan saja masih ada yang tersisa,” harapnya. (US)

No comments