Breaking News

Belum Satu Semester Diaspal, Jalan di Soromandi sudah Bopeng

Kondisi Jalan yang Menghubungkan Kecamatan Soromandi dengan Kecamatan Donggo.


Bima, Berita11.com— Belum setahun diaspal jalan di antara Dusun Bajo Utara dengan Dusun Ndano Ndere Kecamatan Soromandi yang menghubungkan Kecamatan Donggo Kabupaten Bima, sudah bopeng. Sejumlah warga pun kesal dan meminta dinas terkait menegur kontraktor pelaksana.

Warga Kecamatan Donggo, Edy Wirawansyah mengungkapkan, kondisi jalan yang bopeng membuat warga kecewa terutama masyarakat yang terbiasa beraktivitas dan melintasi jalan itu. “Ini baru sekitar lima bulan dikerjakan sudah banyak yang rusak. Kualitasnya tentu saja buruk,” katanya kepada Berita11.com di Soromandi, Kamis (23/3/2017).

Edy meminta Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bima agar mengecek kondisi di lapangan dan segera menegur kontkraktor pelaksana. Bila perlu memberikan pinalti. “Kesannya hanya mengejar keuntungan semata,” katanya.

Menurutnya, bila kondisi jalan yang baru diaspal dan talud di bahu jalan tak kunjung diperhatikan bukan tidak mungkin muncul protes secara masif dari warga.  “Masa ketebalannya hanya satu sentimeter? Saya sendiri sudah ngukur dan cek kondisi jalannya,” ujar dia.

Bagaimana klarifikasi Dinas PU terkait masalah tersebut? Pengawas Utama Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bima, Ridwansyah mengaku sudah mengecek kondisi di lapangan. Hasilnya memang ditemukan kerusakan sebagian ruas jalan. Hanya saja kondisi itu hanya pada beberapa bagian jalan. “Hanya spot-spot saja, tidak langsung rusak total,” katanya di Dinas PU.

Setelah mengetahui kondisi di lapangan, Dinas PU sudah menegur kontraktor pelaksana PT Bunga Raya. Apalagi proyek itu masih dalam proses pemeliharaan. “Sudah kita ingatkan. Untuk kualitas talud yang dipersoalkan juga sedang diperbaiki oleh kontraktor,” katanya.

Sementara Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bima,  Sutami ST mengatakan, proyek perbaikan jalan dari Kecamatan Soromandi menuju Kecamatan Donggo  adalah paket proyek Rasabou-Sanolo CS yang bersumber dari DAK Tahun 2016 Kabupaten Bima. Total anggaran itu Rp5 miliar, sedangkan  volume pekerjaan  3,6 kilometer.

“Untuk pekerjaan fisik talud 1.600 (meter kubik) dan timbunan 1.000 (meter kubik). Jadi kita sudah mengingatkan kontraktor pelaksana,” katanya.

Sutami mengaku, belum lama ini juga didatangi sejumlah warga Kecamatan Donggo dan Lembaga Swadaya Masyarakat yang menyoal masalah kualitas jalan itu. (US)

No comments