Breaking News

Bupati HBY Tertarik Bangun Politeknik Pertambangan

Bupati Dompu H. Bambang saat Mendengarkan Pemaparan  PT STM


Dompu, Berita11.com— Bupati Dompu, Drs H Bambang Yasin (HBY) tertarik membangun Politeknik Pertambangan. Tujuannya untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja di perusahaan tambang emas di Kecamatan Hu’u, PT Sumbawa Timur Mining (STM). Untuk mewujudkan itu, HBY meminta Kepala Bappeda Kabupaten Dompu, untuk menjalin kemitraan dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jogjakarta yang tenar memiliki kualifikasi dalam bidang itu.

“Kepala Bappeda bisa menjalin kerjasama dengan UPN Veteran di Jogjakarta,” kata HBY saat ekspose perkembangan kegiatan PT STM di Hu’u Kabupaten Dompu, Sabtu (4/3/2017).

Bupati HBY menginginkan agar program keahlian atau jurusan yang dibuka di Kabupaten Dompu merupakan program keahlian yang dibutuhkan lima atau 10 tahun mendatang. Selama ini program studi Pendididkan dan Kebidanan mendominasi latar belakang sebagian banyak alumni dari Dompu.

“Dompu ini paling sangat banyak yang Pendidikan atau Kebidaanan. Kita arahkan anak-anak kita kuliah yang kaitannya dengan spesialisasi tambang, kaitannya dengan industri gula. Supaya mereka balik ke sini, tidak ramai-ramai lagi bawa ijazah ke bapak Bupati minta menjadi tenaga honorer. Honorer K2 saja tidak selesai-selesai,” ujar HBY.

Menurut Bupati Bambang, Kabupaten Dompu jauh beruntung dibandingkan Bima. Karena investasi di bumi Maja labo Dahu lebih aman. Kepentingan pemerintah semata-mata hanya ingin mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat melalui penyiapan banyak kesempatan kerja.

“Saya bicara dengan anak-anak muda di Dompu, salah satu pertanyaan saya ke mereka waktu mereka demo. Berapa buku tentang tambang yang menjadi acuan kamu teriak-teriak menolak tambang? Itu salahsatunya. Ternyata tidak ada satupun yang dia baca. Berapa judul buku? Berapa jurnal yang dibaca tentang tambang?,” seloroh HBY.

Mantan pengusaha di Kalimantan ini mengaku saat menghadapi para mahasiswa dan pemuda yang menggelar demo tak menghadapinya dengan emosi. Bahkan sikapnya yang santai waktu itu meluluhkan ketegangan massa.

“Mereka (mahasiswa) waktu itu menjawab bahwa di Dompu belum ada sarjana tambang. Terus saya tanya kalian tahu nggak sarjana apa yang paling dibutuhkan di tambang? Nggak tau katanya, saya bilang semua sarjana itu dibutuhkan, karena saya bilang nggak bisa saya bayangkan kalau yang kerja adalah hanya sarjana tambang, apa jadinya,” cerita HBY.

Saat itu HBY mengungkapkan kepada mahasiswa yang demo bahwa yang paling dibutuhkan di perusahaan tambang yaitu sarjana Agama Islam, sehingga menyentak massa yang demo. “Kaget anak-anak waktu itu. Saya bilang orang di tambang itu harus banyak doa supaya emasnya nggak hilang di tengah jalan. Mereka ketawa yang tadinya marah, pada ketawa,” katanya.

Menurut pria tambun ini, jikapun PT STM menerima tenaga teknis dari luar daerah, maka tak langsung bisa disalahkan. Karena perusahaan membutuhkan tenaga kerja profesional yang siap pakai.

“Kalau PT STM menerima orang lain tidak bisa kita salahkan, karena PT STM itu bukan tempat belajar, tapi itu tempat orang kerja, yang bisa mereka lakukan bukan mendidik orang dari nol. Paling-paling diupgrade keahliannya itu yang tertentu yang sangat dibutuhkan di sana, itupun training hanya sebulan atau dua bulan,” ujar Bambang. (US/ID)

No comments