Breaking News

Desa Lambu akan Dikembangkan Menjadi Desa Sejahtera

Kabid Perencanaan Pembangunan Ekonomi BAPPEDA Kabupaten Bima. Agus Salim M. Si.


Bima, Berita11.com— Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Bima berencana mengembangkan Desa Lambu di Kecamatan Lambu sebagai Desa Sejahtera yang memiliki kemampuan membangun secara mendiri.

“Jadi untuk tahun 2017 sampai 2019. Kami akan fokuskan dulu untuk satu desa, yaitu Desa Lambu Kecamatan Lambu,” kata Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Ekonomi BAPPEDA Kabupaten Bima, Agus Salim, M. Si kepada Berita11.com di BAPPEDA, Senin (6/3/2016).

Dia menjelaskan ada tiga alasan pemerintah memilih Desa Lambu, pertama ditetapkan sebagai desa rawan pangan, kemudian kedua dari aspek topografi yang potensial untuk dikembangkan dan ketiga kondisi spasial yang cocok untuk sektor pariwisata. Potensi tersebut akan diintegrasikan menjadi satu tata kelola di dalam desa.

“Di sana, akan dibuat desa agro kompleks atau agropolitan yang ditunjang dengan sektor pariwisata,” jelasnya.

Agus menuturkan langkah awal yang dilakukan pemerintah adalah dengan memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). BAPPEDA telah mengajukan rencana pengembangan desa melalu e-proposal kepada Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT).

Jika Terealisasi, rencananya di Desa Lambu akan di bangun infrastruktur seperti pasar, pengembangan saluran irigasi untuk pertanian, sarana olah raga, dan peningkatan unit usaha perikanan untuk BUMDes.

“Untuk menjalankan bisnis plan kami coba mendorong BUMDes. Nanti mereka yang mengelola potensi Desa Lambu. Misalnya sektor perikanan ada unit usaha tersendiri. Begitu pula yang lain,” ujarnya.

Pada sektor pariwisata, akan dikembangkan dengan konsep Sangiang, Komodo dan Sape (SAKOSA) karena memiliki daya tarik pantai dan pulau kecil. Seperti pantai pink dan pulau kelapa, teluk maria yang berbentuk heksagonal dan pantai pariwisata di Doro To’i.
“NTB sedang mengembangkan SAMOSA. Mulai dari Pulau Moyo hingga Pulau Komodo. Dilihat dari Tren wisata perkembangan lebih condong pada wilayah timur daerah. Jadi kita pilih Desa Lambu,” katanya.

Selain itu Program di sektor pertanian berbasis wilayah, di Kecamatan Belo dijadikan pusat pembibitan tanaman bawang merah. Sementara untuk wilayah produksi hasil berada di Kecamatan Sape. “Jadi Pemerintah tidak serampangan. Pembangunan berbasis kewilayahan sekarang bukan seperti kemarin,” katanya. (ID)

No comments