Breaking News

Gotong Normalisasi Drainase, Pemdes Leu Edukasi Warga PHB

Aparatur dan Masyarakat Desa Leu Bergoyong Royong Membersihkan Saluran Drainase.


Bima, Berita11.com— Dalam rangka mengedukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), Jumat (10/3/2017) pagi aparatur Pemerintah Desa Leu Kecamatan Bolo Kabupaten Bima bersama warga melaksanakan normalisasi saluran drainase di RT 11 dan 12.

“Langkah antisipasi ini tidak hanya untuk lomba desa. Tapi ke depanya lebih pada mendidik masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat,” kata Kepala Desa Leu, Muhammad Taufik, S. Ag,  kepada Berita11.com di lokasi.

Bersama warga sekitar, pemerintah desa bergotong royong membersihkan drainase dari sampah dan lumpur yang mengendap. Rencananya kegiatan akan dilaksanakan selama dua hari. Taufik berharap setelah normalisasi, air hujan dan air limbah buangan rumah tangga tidak lagi tergenang.

“Butuh digerakkan bersama-sama dengan aparatur desa. Sehingga akan terbentuk perilaku dan budaya hidup sehat,” sambungnya.

Taufik menuturkan sebagian lokasi kegiatan merupakan wilayah Desa Timu. Karena aliran air mengarah pada desa tersebut. Meski begitu, menurut dia, tingkat urgensinya lebih untuk kebutuhan masyarakat Desa Leu.

“Ini kan kepentingan bersama. Bagaimana pun lingkungan pemukiman kita harus higienis dan steril,” ujarnya.

Selain untuk melancarkan aliran air, menurutnya, normalisasi juga sekaligus menghambat perkembangbiakan nyamuk. Sehingga mengurangi risiko dan potensi munculnya penyakit, seperti penyakit Malaria dan Demam Berdarah dengue (DBD).

“Nah semua genangan air kita coba bersihkan. Jadi tujuan lain untuk meminimalkan penyebaran virus dan jentik nyamuk DBD,” katanya.

Pada kegiatan Pemdes dan warga juga dibantu oleh aparat babinsa, Babinkamtibmas dan mahasiswa yang melaksanakan KKN di desa setempat.

Saat itu, Taufik juga menyampaikan apa yang digiatkan pemerintah dan masyarakat merupakan bentuk komitmen setelah mendeklarasikan diri sebagai desa ODF. Termasuk dalam rangka mewujudkan Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS).

Seiring dengan hal itu, pemerintah desa  juga telah melakukan upaya sosialisasi dengan melibatkan semua pihak, terkait dengan dampak penyalahgunaan obat terlarang seperti narkotika dan zat psikotropika (Narkoba).

“Kita sudah kita lakukan di Dusun Mudu dengan menghadirkan dokter dan Kepala PKM Bolo sebagai narasumber serta penceramah dan masyarakat. Sehingga ada komitmen yang terbangun,” jelasnya. (ID/*)

No comments