Breaking News

Hati-hati Penipuan Calo Tenaga Kerja Tambang!

Mining Engineers. Ilustrasi/ Ist



Dompu, Berita11.com— Pemerintah Kabupaten Dompu melalui Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah setempat mengimbau masyarakat agar tidak terkecoh dengan iming-iming calo yang menawarkan bisa memuluskan masuk bekerja di perusahaan tambang di Kecamatan Hu’u dengan syarat membayar uang dalam jumlah tertentu.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Dompu, Soekarno, ST.,MT menyarankan masyarakat agar tidak tertipu dengan aksi calo. Sebaiknya masyarakat berhubungan langsung dengan pihak perusahaan tambang untuk memastikan informasi lowongan.

“Kalau mereka ingin terlibat di perusahaan cari tahu lewat perusahaan jangan mau lewat calo. Orang banyak sekarang mengaku bisa mengurus, banyak calok. Hindari lewat calo, datang langsung ke perusahaan tanyakan lowongan,” katanya di kantor Pemkab Dompu, Kamis (2/3/2017).

Menurut Soekarno, biasanya  rekruitmen tenaga kerja yang dilakukan PT STM/ Vale Eksplorasi Indonesia, untuk tenaga non-skill diprioritaskan warga sekitar lingkar tambang dan diumumkan di kantor desa sekitar, sedangkan untuk tenaga skill khusus akan dipublikasikan melalui website. “Seperti itu biasanya. Kalau non-skill diprioritaskan orang setempat,” katanya.

Soekarno menjelaskan, segala bentuk ijin yang  dikantungi oleh PT STM/ Vale Eksplorasi Indonesia dikeluarkan oleh pemerintah pusat, sehingga Pemerintah Kabupaten Dompu hanya berkenpentingan mendorong agar kehadiran perusahaan tambang itu memberikan manfaat untuk masyarakat Dompu.

“Kalau masalah keabsahan sudah jelas, karena KK (kontrak karya, red) sejak jaman Presiden Soeharto,” jelasnya.

Mengenai  tudingan yang menyebut Pemkab Dompu menerima dana tanggungjawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR), itu dibantah Soekarno. Apalagi segala ijin diterbitkan pemerintah pusat.

“Sejauh ini kita baru membangun koordinasi, apa saja CSR? Yang kami pantau dari dunia usaha, mereka rutin kok laporkan apa yang mereka kerjakan,” tandasnya.

Secara terpisah, salah satu warga di Kabupaten Dompu mengungkapkan bahwa saudara iparnya di Sadia Kota Bima menjadi korban diaming-imingi bekerja di perusahan tambang Kecamatan Hu’u dengan syarat membayar hingga belasan juta rupiah. Karena tergiur, saudaranya itu menyerahkan uang yang disyaratkan. Namun hingga kini kesempatan kerja dan pelatihan di Bali yang dijanjikan tak kunjung direalisasikan.

“Ipar saya itu belum berani banyak bersuara karena masih berharap masuk bekerja di perusahaan tambang Hu’u. Katanya sebelum bekerja akan diarahkan mengikuti pelatihan di Bali, tapi sampai sekarang belum ada, belum jelas,” katanya.

Sementara itu, warga lain juga mengaku kerabatnya di Mataram didatangi oleh calo yang menjajikan bisa memuluskan masuk bekerja di perusahaan tambang di Kecamatan Hu’u. Syaratnya harus membayar uang pelicin sebagai mahar sebelum bekerja. (US)

No comments