Breaking News

Kasus Selingkuh dan Cerai Incaran Inspektorat Kabupaten Dompu

Kepala Inspektorat Kabupaten Dompu saat Diwawancarai Reporter Berita11.com


Dompu, Berita11.com— Inspektorat Kabupaten Dompu menangani sejumlah pelanggaran yang dilakukan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Honorer Daerah (Honda). Dua kasus yang jadi incaran utama Inspektorat setempat adalah kasus selingkuh dan cerai yang diadukan sejumlah warga.
                                                                                        
"Sampai saat ini kami sedang menangani berbagai kasus terutama kasus pengaduan dugaan perceraian dan perselingkuhan, “ungkap Kepala Inspektorat Dompu, Ir. H. Moh Syaiful HS M. Si,  kepada Berita11.com di Inspektorat, Rabu (8/3/2017).

Syaiful menyebut, kasus-kasus itu awalnya terungkap beradasarkan hasil pengaduan dari para  sejumlah istri ASN  yang terlibat berbagai kasus itu. Tindaklanjut yang dilakukan Inspektorat memeriksa sejumlah oknum pegawai yang dilaporkan.

“Berdasarkan hasil pegaduan yang masuk,  kamipun langsung menindaklanjutinya. Namun untuk penanganan kasus-kasus itu akan ditagani terlebih dahulu oleh masing-masing pimpinan langsung para pegawai. Ketika itu sudah selesai, maka mereka akan penangananya dilimpahkan ke kami untuk diproses sesuai dengan aturan yang berlaku,” jelas Syaiful.

Mengenai kasus oknum pegawai BPPKAD Kabupaten Dompu yang diduga menghamili seorang wanita tanpa nikah. Syaifu mengungkapkan jika kasus itu sudah lama diproses oleh Inspektorat. Hanya saja hingga kini belum ada bukti kuat yang memperkuat jika oknum itu bersalah. “Belum ada titik akhir. Sebab pembuktianya harus melalui tes DNA,” tandasnya.

Kendati demikian, Syaiful mengisyaratkan laporan hasil pemeriksaan kasus itu sudah diserahkan kepada Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin. Namun Inspektorat belum berani langsung mengeksekusi lantaran belum ada bukti kuat.

“Inspektorat provinsi juga menyarankan kepada kami untuk mengantungi dulu data hasil tes DNA untuk membuktikan yang bersangkutan bersalah atau tidak. Sebab kalau belum ada bukti, lalu kami mengesekusi oknum pegawai itu,  bisa-bisa pegawai yang bersangkutan bisa menuntut balik. Intinya kami masih menunggu hasil tes DNA,” katanya.

Selain menangani kasus ASN yang selingkuh dan cerai, Inspektorat Kabupaten Dompu juga sedang menangani pelanggaran administrasi yang dilakukan sejumlah SKPD di Kabupaten Dompu. Kasus itu seperti kelebihan pembayaran anggaran perjalanan dinas SKPD dan DPRD.

“Awalnya selain merupakan hasil pemeriksaan reguler yang dilakukan oleh Inspektorat selama ini. Juga merupakan hasil temuan oleh BPK,” katanya.

Siapa saja oknum ASN dan nama SKPD yang diduga melanggar ketentuan administrasi dan disiplin pegawai? Syaiful enggan menyebutkannya. (RUL)

No comments