Breaking News

Kecewa Kasus Berakhir Damai, DPPPA Minta Pendampingan LBH

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu. Foto Berita11.com


Dompu, Berita11.com— Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Dompu berencana meminta pendampingan lembaga bantuan hukum (LBH) untuk menangani kekerasan dan pelecehan yang menimpa siswa SDN di Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu. Hal itu dilakukan karena kasus itu  gagal dilanjutkan ke proses peradilan lantara pelaku dibebaskan.


Baca Juga:


“Kita sangat dilema. Karena berdasarkan keterangan pihak Polres Dompu kemarin, korban sudah mencabut laporannya sehingga berakhir mediasi dan ini menjadi pertanyaan besar masyarakat. Maka dari itu kita butuh pengacara atau LBH untuk mendampingi kita pada penanganan kasus selanjutnya,” kata Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak DPPPA Kabupaten Dompu, Rahman, S.Km kepada Berita11.com di DPPA Kabupaten Dompu, Kamis (23/3/2017).

Diakuinya, peran DPPPA dalam menangani kasus kekerasan dan pelecehan yang terjadi belum maksimal karena tidak ada pendamping hukum. Dari 16 kasus yang dilaporkan tahun ini, hampir semua tidak pernah sampai ke meja hijau. Rahman juga menyayangkan dalam proses mediasi oleh kepolisian karena tidak ada koordinasi.

“Kita bingung juga. Pada saat mediasi kita tidak dilibatkan supaya kita tahu duduk persoalannya. Kita sebagai dinas baru tolonglah kalau mediasi kita juga diajak,” harapnya.

Menurut Rahman penyelesaian kasus dengan cara mediasi tidak dapat menimbulkan efek jera terhadap pelaku. Sehingga dicemaskan kasus yang sama sewaktu-waktu dapat terulang kembali. Untuk itu, perlu adanya pendampingan hukum agar kasus  pelecehan terhadap anak bisa ditangani dengan serius.

“Keinginan kami pelakunya diproses sampai pengadilan. Apalagi ini adalah pejabat publik. Jadi yang kita pikirkan bagaimana ada pengacara yang mendampingi kita,” katanya. (ID)

No comments