Breaking News

KPU: Anggaran Pilkada Tinggal Tunggu NPHD

Bukhari, S.Sos. Foto Hamid Berita11.com


Kota Bima, Berita11.com— Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bima telah mengusulkan kebutuhan biaya penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018 kepada Pemerintah Kota Bima sebesar Rp19 miliar. Saat ini, KPU tinggal menunggu Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).

“Untuk anggaran kami sudah terima kepastian dari Wali Kota Bima. Sekarang kita tinggal menunggu NPHD dari pemerintah kota. Penyerahan anggaran daerah kepada KPU nanti mungkin pertengahan tahun ini,” ujar Ketua KPU kota Bima, Bukhari, S. Sos Kepada Berita11.com di Kantor KPU Kota Bima, Rabu (1/3/2017).

Bukhari menjelaskan estimasi anggaran mencakup semua tahapan Pilkada. Mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan Pilkada. Seperti pembentukan PPK,  PPS dan pengadaan surat suara untuk delapan pasangan calon kepala daerah. Termasuk pengadaan alat peraga kampanye (APK). Penggunaan anggaran diatur sesuai harga satuan yang berlaku.

“Sistim pencairan anggaran dilakukan secara bertahap sesuai mekanisme pemerintah daerah. Itu baru perkiraan kebutuhan kita. Nanti bisa kurang dan bisa lebih. Tergantung harga satuan,” jelasnya.

Selain menyiapkan anggaran, KPU Kota Bima juga sedang menggodok regulasi tentang Pilkada seperti pembentukan  lembaga adhok, partisipasi masyarakat, pemantau dan pemantauan Pilkada, regulasi persyaratan pencalonan, regulasi kampanye hingga pemungutan dan penghitungan suara.

Untuk mengedukasi pemilih, KPU berencana melaksanakan pra tahapan Pilkada. Sosialisasi secara masif akan dilaksanakan pada Juni hingga Juli mendatang. Sasaran utamanya pemilih pemula tahun 2017 dan 2018.

Pada 2016 lalu KPU telah mengedukasi pemilih muda dengan melakukan kunjungan pada beberapa sekolah. Menurut Bukhari jumlah pemilih baru diperkirakan mencapai 8000 pemilih pada tahun 2018 nanti. Sementara untuk menekan angka Golput KPU juga berencana mengedukasi pemilih disabilitas.

“Tahun lalu kita sudah sosialisasi pada pemilih pemula dan kalau perlu untuk penyandang cacat. Sehingga angka golput pada pilkada kali ini bisa berkurang,” katanya (ID)

No comments