Breaking News

Pengungsi 3.250 Jiwa, Pemerintah siapkan 1.500 Nasi Bungkus

Proses Evakuasi Korban Banjir di Kota Bima, Minggu malam. Ist

Kota Bima, Berita11.com— Pemerintah Kota (Pemkot) Bima mencatat jumlah pengungsi akibat luapan banjir Minggu (26/3/2017) malam mencapai 2.500 jiwa yang terkonsentrasi di 15 titik seperti masjid, kantor Wali Kota dan sejumlah titik lain. Sementara di wilayah Kecamatan Monta dan Woha Kabupaten Bima jumlah pengungsi tercatat 750 jiwa.

Pelaksana Tugas Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Bima,Syahrial Nuryadin, S.IP, MM menyebutkan, seluruh wilayah di Kota Bima yaitu lima kecamatan terdapampak banjir. Hingga pukul 24.00 Wita, tercatat 22 kelurahan terdampak banjir yaitu  di Kecamatan Rasanae Timur meliputi Kelurahan Kumbe, Dodu, Nungga, Kodo, sedangkan di Kecamatan Raba meliputi  Penaraga, Kendo, Ntobo. Sementara itu di Kecamatan Mpunda meliputi Kelurahan Penatoi, Lewirato, Sadia, Mande, Manggemaci, Monggonao, Panggi, Matakando.

Kelurahan terdampak banjir di Kecamatan Rasanae Barat meliputi  Tanjung, Paruga, Dara, Sarae, Pane, Nae, sementara di Kecamatan Asakota hanya satu kelurahan yaitu Melayu. Sementara korban luapan banjir di Kota Bima terbagi pada lima titik pengungsian yaitu masjid Sultan Salahudin Paruga, masjid Baitul Hamid Penaraga, masjid Nurul Mubin Penaraga, masjid Istiqomah Penatoi, kantor Walikota, masjid Lewirato, kantor KPPN Bima, RS PKU Muhammadiyah, SMPN 13 Tanjung, masjid Al-Muwahidin Pane, Toko Bolly Monggonao, gunung Raja Dara, jalan baru Tanjung, masjid Baitul Maqdis Tanjung, kantor FIF Nae dan Paruga Nae Manggemaci.

Syahrial menyebut berbagai upaya tanggap darurat yang dilakukan Pemerintah Kota Bima yaitu membagikan  nasi bungkus dan air minum pada pengungsi  1.500 bungkus dan upaya evakuasi masyarakat terdampak.

“Penyebab banjir curah hujan di hulu intensitas lebat dan sangat lebat, sehingga sungai Padolo dan sungai Salo meluap ke permukiman dan areal persawahan,” jelasnya melalui siaran pers Pemkot Bima, Senin (27/3/2017) pagi.

Sementara itu,  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima merilis data dampak akibat banjir gunung, Minggu sore. Sejumlah lokasi yang terdampak banjir yaitu pemukiman warga Desa Sakuru Kecamatan Monta Kabupaten Bima. ada 500 rumah yang terendam di Sakuru dan 500 kepala keluarga yang mengungsi pasca banjir.

Selain merendam pemukiman warga Desa Sukuru, BPBD mencatat desa yang terdampak banjir yaitu Desa Naru, Desa Nisa, Desa Rabakodo, Desa Talabiu, dan Dadibou Kecamatan Woha. Banjir setinggi pusar orang dewasa merendam 250 rumah di Kecamatan Woha sehingga menyebabkan 250 orang itu terpaksa mengungsi ke rumah kerabatnya yang tidak terdampak banjir. Hingga Minggu malam BPBD Kabupaten Bima memastikan tidak ada korban jiwa akibat insiden luapan banjir. Pasca kejadian, pemerintah menyalurkan sejumlah bantuan tanggap darurat dengan menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC).

Sebelumnya, sejak Minggu sore, Wakil Bupati Bima, Drs H Dahlan M Noer, MPd didampingi sejumlah pejabat memantau langsung dan ikut membantu proses evakuasi korban banjir di Kecamatan Woha Kabupaten Bima. (US/ID)


No comments