Breaking News

Polres Dompu Dorong Partisipasi Masyarakat

Kapolres Dompu, AKBP Jon Wesly Arianto, S.Ik saat Diwawancarai Wartawan.


Dompu, Berita11.com— Dinamika di wilayah Kabupaten Dompu tak kalah dengan daerah lain termasuk berbagai kasus krimanal. Untuk itu Kepolisian Resor (Polres) Dompu mendorong partisipasi masyarakat membantu korps Tibrata.

Menurut Kapolres Dompu, AKBP Jon Wesly Arianto S.Ik, partisipasi masyarakat sangat penting. Karena tanpa kerjasama dari masyarakat maka sejatihnya aparat kepolisian tidak akan mampu mencapai keberhasilan dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab.

“Kami sangat mengharapkan kerjasama masyarakat dalam memberikan informasi mengenai tindak kejahatan dan lainya di wilayah Dompu ini. Tetapi informasi yang diberikan harus disertai dengan bukti, sehingga kami bisa segera bertindak,” katanya usai pembukaan Musrembang di aula Bupati Dompu, Senin (13/3/2017).

Jon Wesly optimis Polres Dompu mampu menyelesaikan berbagai kasus kriminal dan kasus khusus di wilayah Dompu secara profesional sesuai ketentuan.  “Kami tetap berkomiten dalam menindak dan memproses para pelaku yang melanggar hukum. Tugas itu tetap kami lakukan secara professional sesuai dengan aturan hukum yang ada,” ungkap Kapolres Dompu.

Mengenai dugaan pengangkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) illegal di wilayah Dompu. Jon Wesly mengisyaratkan masalah itu akan menjadi atensi Polres setempat. Masyarakat yang mengetahui informasi pelanggaran diharapkan melapor dengan disertai bukti-bukti pendukung

“Kalau memang kasus itu ada informasikan ke kami di mana lokasinya? Tapi yang perlu kita ketahui, bahwa di SPBU–SPBU di Dompu ini sudah ada yang memang harus melayani untuk industri. Jadi jangan dianggap yang mengambil di SPBU melanggar, jadi harus terlebih dahulu diperiksa dokumen–dokumenya,” jelasnya.

Menurutnya, soal kebutuhan BBM untuk masyarakat biasanya sudah disertai rekomendasi dari instansi terkait. Pembelian bahan bakar itu biasanya dilakukanuntuk menutupi kekurangan kebutuhan subsidi pada masyarakat.

“Kalau memang itu menyimpang, kita harus lihat penyimpanganya seperti apa dan apabila hal itu terbukti menyimpang baru kita lakukan penangkapan,” terangnya. (RUL)

No comments