Breaking News

PT Sira Kabur, Pengelolaan 100 Hektar Aset Pemkab Dompu masuk Kantung Siapa?

Abdul Razak. Foto Syahrul Berita11.com


Dompu, Berita11.com— Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Dompu akan mengambilalih  100 hektar lahan tambak yang sempat digarap PT Sira di Desa Mbawi, Wawonduru, Jambu dan Desa Jalan Kabupaten Dompu. Ratusan hektar lahan yang merupakan aset Pemkab Dompu itu ditengarai dimanfaatkan oleh beberapa oknum tertentu pasca PT Sira kabur.

Kepala Bidang Budidaya DKP Kabupaten Dompu, Abdul Razak mengisyaratkan, jika nanti diketahui ada pelanggaran pemanfaatan ratusan hektar lahan di tiga desa itu, maka DKP akan bersikap tegas. Namun tahap awal, dinas setempat akan menelusuri asal mula bekas lahan yang dikelola PT Sira itu.

“Kalau sudah ada hasilnya, teman-teman wartawan pun bisa mengetahuinya,” isyaratnya saat diwawancarai wartawan di DKP Kabupaten Dompu, Jumat (10/3/2017).

Menurut Abdul Razak, PT Sira yang awalnya mengantungi Hak Guna Usaha (HGU) di atas lahan itu sudah lama hengkang. Sebelum itu lahan sudah diserahkan kepada Pemerintah Desa Mbawi.

“Kami akan mencari tahu dulu seluk beluk mengenai lahan eks PT Sira ini. Apakah lahan itu benar-benar dimanfatkan oleh pemerintah atau oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Tidak hanya menglarifikasi pihak Pemerintah Desa Mbawi, DKP juga akan menelusuri pihak yang dilibatkan PT Sira.

“Saya kan orang baru di Diskanlut (Kabupaten) Dompu. Jadi saya belum begitu tahu mengenai awal penggunaan lahan tambak itu oleh PT  Sira.  Tapi saya yakin yang tahu mengenai persoalan ini adalah mantan Kepala Desa Mbawi,” jelasnya.

Sebelumnya,  berdasarkan informasi yang dihimpun Berita11.com  diketahui bahwa  pada tahun 1998, puluhan hektar lahan tambak di tiga desa itu dikelola oleh PT Sira melalui HGU yang diberikan pemerintah. Setelah memasuki tahun 2012, PT Sira menyatakan diri menghentikan kegiatan dan menyerahkan kembali lahan itu kepada pemerintah. Anehnya setelah lahan itu ditinggalkan, tidak jelas pengelolaan dan pemanfaatanya.

Ada dugaan, bahwa lahan eks PT Sira tersebut dijadikan lahan bisnis oleh oknum–oknum yang tidak bertanggung jawab demi meraup keuntungan secara pribadi. Bahkan ada dugaan yang menyebut bahwa lahan tersebut juga digadaikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan kisaran harga Rp5 juta hingga Rp7 juta per tahun. (RUL)

No comments