Breaking News

Target PAD Rp2 Miliar, Ini Program DPMPTSP Kabupaten Bima

Drs. Agus Salim M. Si Kepala DPMPTSP Kabupaten Bima. Foto Hamid Berita11.com

Bima, Berita11.com— Pemerintah Kabupaten Bima akan mengoptimalkan penerimaan daerah dari sektor investasi dan perizinan. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini sebesar Rp2 milyar.

Kepala DPMPT Kabupaten Bima Agus Salim, M. Si mengatakan upaya untuk merealisasikan target PAD telah mulai dilakukan sejak Januari lalu. Diawali dengan program sosialisasi tentang perizinan pada tingkat kecamatan dan desa. “Jadi agar masyarakat tahu bahwa semua pelayanan perizinan terpusat di dinas, itu yang pertama kita lakukan,” katanya kepada Berita11.com, Senin (6/3/2017).

Kemudian, kata dia, pada bidang data dan pengaduan perizinan akan lebih dimaksimalkan. Petugas akan turun dan memberikan pelayanan keliling di tempat, sehingga pemohon sudah tidak perlu lagi mendatangi Dinas. “Artinya jemput bola. Sekarang pelayanan kita genjot tidak seperti ditahun lalu,” ujarnya.

Peningkatan kapasitas personil sedang dilakukan dengan mengirim personil mengikuti kegiatan pendidikan dan latihan (Diklat) mengenai sistim pelayanan online yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal Pusat (BKPMP). Dinas telah menyiapkan 10 orang personil  untuk mengikuti kegiatan sampai bulan Oktober mendatang.
“Dua orang setiap bulan dikirim. Jadi kami berupaya meningkatkan kapasitas dan pelayanan kami,” katanya.

Sementara untuk kegiatan penanaman modal, Agus menjelaskan telah menginformasikan kepada seluruh khalayak, terutama pengusaha- pengusaha mengenai potensi investasi di wilayah pemerintah daerah Kabupaten Bima. Disamping itu, Dinas akan memperkenalkan potensi daerah melalui pameran produk dan peluang investasi di Bandung pada bulan April dan Mei mendatang.

“Dinas sedang menyusun informasi dengan membuat profil peluang investasi di Kabupaten Bima yang sudah disetujui oleh Bupati. Sambutannya akan disampaikan pada kegiatan pameran sehingga para pemodal dalam negeri dan asing dapat tertarik berinvestasi di daerah,” imbuhnya

Agus menuturkan akan melakukan studi banding pada salah satu dinas di daerah Jawa yang pelayanannya lebih maju. Rencananya dinas akan menerapkan sistim pelayanan online menggunakan ponsel pintar dengan sistim operasi android.

“Jadi itu orientasi kami kedepan untuk perizinan di Kabupaten Bima. Masyarakat tinggal menggunakan HP untuk mengurus perizinan. Setelah diproses akan kami serahkan langsung ke rumah pemohon,” katanya.

Dikatakannya, Potensi investasi yang saat ini sedang dilirik investor adalah pariwisata di Kecamatan Sape. Selain itu, permohonan izin real estate seperti di Desa Panda dan Desa Keli sudah didatangi pengusaha dari Negara Tiongkok yang berada di Solo. Dinas sudah menerbitkan Izin prinsip pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Wawo.

“Sudah dikeluarkan izin prinsipnya tinggal langkah apa yang akan dilakukan selanjutnya mereka akan urus. Masih ada beberapa kegiatan lain. Tapi itu yang kita prioritaskan,” katanya. (ID)

No comments