Breaking News

Tujuh Hari Kota Bima Siaga Bencana, Posko Banjir Dipusatkan di BPBD

Data Pos Pengungsian Korban Banjir Kota Bima. Foto Berita11.com


Kota Bima, Berita11.com— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima mencatat jumlah wilayah terdampak banjir Minggu (26/3/2017) sebanyak 26 kelurahan dan 11.562 jiwa. Hingga kini, BPBD masih mendata nilai kerusakan akibat bencana banjir bandang “jilid III” tersebut. Selama tujuh hari ke depan, Kota Bima ditetapkan dalam status siaga bencana.

Kepala BPBD Kota Bima, Ir H Syarafuddin, MM mengatakan, sejak hari pertama banjir Minggu kemarin, pemerintah sudah menyalurkan 1.500 nasi bungkus untuk warga yang mengungsi pada belasan titik aman di Kota Bima. pasca banjir, Pemerintah Kota Bima membuka posko utama penanganan banjir di BPBD Kota Bima, jalan Gajah Mada Penaraga Kota Bima.

“Fokus kita penanganan darurat menyiapkan konsumsi langsung bagi warga yang terkena banjir seperti makanan dan minuman,” kata Kepala BPBD Kota Bima, H. Syarafuddin kepada Berita11.com di BPBD Kota Bima, Senin (27/3/2017).

Ia menjelaskan, saat ini BPBD telah mendirikan dapur umum sebagai tempat untuk mengolah masakan. Sebelumnya BPDB sudah membagikan 1500 nasi bungkus kepada warga yang menghuni posko pengungsian. Menurut Syafaruddin, komsumsi makanan siap saji merupakan kebutuhan yang mendasar bagi warga.

“Pascabanjir mulai surut, kita hari ini kita melayani dulu kebutuhan yang mendasar terutama sekali agar bisa beraktivitas” sambung dia.

Berdasarkan pantauan BPBD  di sejumlah titik pengungsian, warga sudah kembali ke rumah masing-masing. Seperti di Kelurahan Monggonao, sejak pagi warga kembali ke pemukiman untuk membersihkan material yang terbawa banjir.

Syafruddin menyebutkan, dari 26 kelurahan yang terdampak banjir, wilayyah  terparah meliputi Kelurahan Monggonao, Kelurahan Penaraga dan Kelurahan Sadia. BPBD telah menetapkan status siaga bencana selama tujuh hari ke depan.

“Itu data sementara yang masih dalam proses penghimpunan. Saat ini kami juga menunggu bantuan dari BPBD Provinsi NTB,” ujar mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bima ini. (ID)

No comments