Breaking News

Warga Cemas, Luapan Banjir Kepung Bima

Banjir yang Menggenangi Ruas Jalan di Kecamatan Monta. Courtessy Facebook Suharlin.


Bima, Berita11.com— Sejumlah desa di Kabupaten Bima dan kelurahan di Kota Bima digenangi laupan banjir setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur Bima dan daerah sekitar sejak Minggu (26/3/2017) pagi. Banjir juga dilaporkan meluap hingga pekarangan rumah warga. Sebagian warga berupaya mengamankan harta benda mereka.

Di Desa Sakuru Kecamatan Monta Kabupaten Bima, luapan banjir dilaporkan menggenangi sejumlah ruas jalan raya, pemukiman warga dan mencapai ruas jembatan. Sementara di Kelurahan Rabadompu terutama di bagian bantaran sungai, banjir sudah menggenangi sebagian rumah warga yang tak jauh dari sungai. Arus banjir bahkan nyaris menyeret alat berat yang digunakan pekerja yang sedang melaksanakan proyek normalisasi sungai Rabadompu.

Tak hanya di wilayah tersebut, sampai pukul 16.40 Wita, debit air di sungai Kodo Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima kian meninggi. Demikian juga debit air di sungai sejumlah desa di Kecamatan Sape. Sementara itu, di Kecamatan Wera banjir juga melabrak area pertanian milik warga.

Banjir juga melanda pemukiman warga di dataran tinggi seperti Kecamatan Lambitu. Bahkan banjir yang berasal dari gunung sudah menggenangi pekarangan rumah di sejumlah pemukiman warga dan membawa material bongkah dan sampah.

Warga Desa Kuta Kecamatan Lambitu, Hendra Wahyudi mengatakan, sejak Minggu pagi hujan lebat melanda wilayah setempat. Akibatnya banjir meluap dan menggenangi sejumlah pemukiman warga.

Belum diketahui kerugian material akibat kejadian tersebut. Sejumlah warga menyampaikan perkembangan banjir melalui sosial media facebook dan jejaring WhatshApp.

Warga Kecamatan Monta, Suharlin menuturkan, luapan banjir tidak hanya menggenangi rumah warga. Namun menyebabkan salah satu jembatan yang menghubungkan Kecamatan Monta dengan Desa Tente Kecamatan Woha Kabupaten Bima putus.

Sementara itu, prakirawan (forecaster) BMKG Bima melalui laman facebook Stasiun Meteorologi Bima  mengingatkan, berdasarkan nilai precipitation acumulation (PAC),  hingga pukul 15.50 Wita, Minggu (26/3/2017), curah hujan di wilayah Kecamatan Woha, Monta, Belo, Langgudu, Wawo dan Bolo mengalami peningkatan yang berkisar antara 25-25 milimeter.

Hujan deras juga menyebabkan genangan air di sejumlah desa di Keamatan Bolo di antaranya Desa Rato. Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari BPBD Kota Bima maupun Kabupaten Bima terkait sejumlah desa dan kelurahan terdampak maupun kerugian material dan korban akibat luapan banjir. Sejumlah informasi menyebutkan bahwa beberapa rumah warga yang berada sekitar bantaran sungai di Desa Pela hanyut terbawa arus.

Warga Kota Bima, Nurhasanah berharap hujan deras dan debit air di sungai yang kian meninggi tak sampai menggenangi pemukiman warga. Beberapa warga lingkungan Tolotongga dilaporkan bersiaga menghadapi kemungkinan terburuk.

“Mudah-mudahan nggak sampai meluap. Terus terang kami sangat cemas dengan kondisi seperti ini,” kata Nurhasanah, warga Tolotongga.

Sabtu malam, banjir juga menggenangi beberapa titik di Kecamatan Woha sehingga menyebabkan rubuhnya tembok SMPN 2 Woha Kabupaten Bima di Desa Kalampa. Hingga pukul  17.23 Wita, Minggu (26/3/2017) sore, hujan lebat masih mengguyur sebagian kecamatan di Kabupaten Bima. (US)



No comments