Breaking News

Dinilai Sarat Penyimpangan, FPPD Sorot ADD Nggembe

Ilustrasi/ Orginal Picture Tribunnews.com

Bima, Berita11.com— Massa yang mengatasnamakan Forum Pemuda Peduli Desa (FPPD) Desa Nggembe KEcamatan Bolo Kabupaten Bima, Rabu (19/4/2017) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Desa Nggembe. Mereka menyorot pelaksanaan Alokasi Dana Desa (ADD) di desa setempat.
Aksi massa diawali dengan mengelilingi sejumlah dusun di Desa Nggembe seperti Dusun Jala. Dalam aksinya massa menjelaskan bahwa aksi unjuk rasa mereka merupakan upaya memperjuangkan hak rakyat agar terarah.
Koordinator massa, Lukman mengungkapkan, sejumlah item ADD dan Dana Dari APBN (DDA) diduga diselewengkan pemerintah desa yaitu item pemberdayaan masyarakat desa, pembuatan drainase, pembukaan jalan ekonomi, pengadaan laptop dan sejumlah item lain.
Pemdes Nggembe diduga menyelewengkan rincian alokasi anggaran. Misalnya untuk item fisik dan pengadaan komputer. Total anggaran itu Rp470 juta. Selain itu, diduga ada yang tak beres saat pelaksanaan program nasional (Prona) sertifikat tanah di desa setempat. Karena pemerintah desa menarik biaya hingga Rp370 ribu.
Untuk itu, Lukman dan anggota massa lain mendesak Pemdes Nggembe agar menglarifikasi masalah itu. Jika tidak akan melaporkan masalah itu kepada aparat kepolisian.
Aksi massa direspon Kepala Desa Nggembe, Ishaka Ta’amin. Pria yang akrab disapa Jokowi Nggembe ini membantah tudingan massa. Ia memastikan pengelolaan ADD dan DDA sudah sesuai ketentuan atau petunjuk teknis. “Itu tidak benar apa yang dibilang,” katanya.
Ishaka juga membantah jika bahwa ada masalah pada penarikan uang sebesar Rp370 ribu untuk sertifikat Prona.  (ID)


No comments