Breaking News

Diskriminasi Terhadap Perempuan masih Terjadi, Ancamannya Masa Depan Anak NTB

Pengurus BKOW NTB Saat Kegiatan Sosialisasi Parenting di Bima.

Kota Bima, Berita11.com— Hingga kini praktik diskriminasi terhadap perempuan masih kental terjadi di Kota Bima. Salah satu bentuknya yaitu kesempatan mendapatkan pendidikan yang sama.

Hal tersebut diakui Wakil Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Bima, Dra Hj Sri Ratnawati, MH.

Menurut Hj Sri Ratnawati, praktik diskriminasi terhadap perempuan masih kental terjadi di Kota Bima terutama lingkungan terpencil karena pola pandang uzur terhadap perempuan. Banyak orang yang beranggapan bahwa anak perempuan tak perlu disekolahkan lebih tinggi dari laki-laki lantaran tetap akan menjadi tanggungan pria.

“Karena pertimbangan orang-orang dulu jauh-jauh di pelosok itu merasa anak itu tak perlu sekolah tinggi. Toh nanti juga dia (perempuan) menikah dan akan menjadi tanggungjawab suami. Padahal mestinya pola pikir seperti itu harus jauh-jauh kita buang,” ujar Ratnawati pada Berita11.com di Monggonao Kota Bima, Jumat (28/4/2017).

Perspektif orang tua tentang pendidikan anak laki-laki dan perempuan mengacam kualitas masa depan daerah khususnya Kota Bima dan Provinsi NTB. Tanpa mengenyam pendidikan tinggi maka perempuan tidak akan mampu menempa masa depan generasi berikut. Karena tanggungjawab besar mendidik anak berada pada perempuan.

Sri Ratnawati menyebut, praktik diskriminasi juga masih terjadi pada sektor formal, lingkungan birokrasi dan legislatif. Di Kota Bima dari 25 total kursi di DPRD Kota Bima, hanya dua srikandi yang menjadi utusan kaum hawa, selebihnya gedung legislator diisi kaum adam. Praktik serupa juga terjadi pada kesempatan berkarir di dalam skuad birokrasi. 

Dari hampir 30 kursi utama Satuan Kerja Perangkat Daerah yang tersedia, hanya empat dinas yang dimpimpin perempuan. Padahal Undang-Undang sudah memberikan peluang hak bagi perempuan mengisi kursi di legislatif hingga 30 persen. (US)

No comments