Breaking News

Ini Kendala-kendala Investasi di Kabupaten Bima

Peta Kawasan Strategis Kabupaten Bima. Foto Berita11.com


Bima, Berita11.com— Meskipun memiliki banyak potensi alam seperti pertanian, perikanan, pariwisata dan pertambangan. Investasi di Kabupaten Bima bukan tanpa kendala atau hambatan. Hal tersebut bahkan diakui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima.

Kasubag Protokol Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bima, Suryadin, M.Si menyebut sejumlah kendala itu adalah faktor keamanan yaitu resistensi dari masyarakat, masalah infrastruktur pendukung menuju lokasi investasi. Selain itu tumpang tindih domain antara Pemerintah Kabupaten Bima dengan Pemerintah Provinsi NTB.

“Belum lagi kalau di daerah-daerah, ada juga kewenangan perijinan oleh Pemernitah Kabupaten Bima dan ada juga yang ditarik ke Pemerintah Provinsi,” ujar Suryadin kepada Berita11.com di kantor Pemkab Bima, Senin (11/4/2017).

Suryadin mengakui, pada sisi lain Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima belum menyiapkan perangkat regulasi yang bersahabat untuk mendukung kegiatan investasi. Masalah lain kegiatan investasi harus menyesuaikan diri dengan rencana induk pengembangan yang ditetapkan  pemerintah. Misalnya untuk pengembangan pariwisata.

“Karena kalau menyalahi rencanan induk pemerintah tentunya sangat sulit untuk disetujui investasinya,” katanya.

Secara umum, untuk masalah aksebilitas hingga kini 100 kilometer infrastruktur jalan di Kabupaten Bima belum diaspal terutama yang menghubungkan ke lokasi investasi.

“Kadang juga masyarakat belum (dapat) menerima investasi. Jangankan investasi dalam bidang pertambangan, dalam bidang pertanian juga ditolak. Tapi pemerintah daerah menjamin apabila ada investasi yang bisa memberikan jaminan kepada masyarakat, bisa menjadi pusat pertumbuhan taraf hidup masyarakat terutama kawasan lingkar daerah investasi,” kata Suryadin.

Menurut dosen Ilmu Komunikasi STISIP Mbojo Bima ini, jika kegiatan investasi diintegrasikan dengan beberapa sektor pembangunan, maka hasilnya akan optimal sehingga bisa dinikmati masyarakat. “Pemerintah daerah sudah menetapkan beberapa kawasan pengembangan seperti Samota dan Sakosa. Ini kalau sudah bisa diintegrasikan beberapa sektor pembangunan saya kira ini menjadi lahan investasi yang bagus,” katanya. (US)

No comments