Breaking News

Kades Diharapkan Membantu Wujudkan Desa Siaga Bencana

Korban Banjir Bandag di Kabupaten Bima.


Bima, Berita11.com— Peran berbagai pihak mengantisipasi potensi bencana alam sangat diperlukan untuk meminimalisasi dampak yang akan terjadi. Untuk itu, kepala desa diharapkan membantu pemerintah daerah mengedukasi masyarakat sehingga siap menghadapi potensi bencana.

Harapan itu disampaikan Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri (IDP) saat menyerahkan bantuan paket Sembako, tanggap darurat bagi korban banjir di Desa Naru Kecamatan Woha. “Kades harus mengajarkan warga tentang kewaspadaan menghadapi bencana, agar masyarakat mengetahui apa yang harus dilakukan dan tidak panik ketika bencana terjadi,” katanya seperti dikutip Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bima, Armin Farid, 
S.Sos.

Menurut Bupati IPD, kesiapan warga terhadap potensi bencana maka secara otomatis membentuk kelompok warga yang selalu siaga dan tangguh menghadapi bencana. Edukasi dari Kades memungkinkan masyarakat mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi bencana. “Dengan demikian maka pada setiap desa rawan bencana warga akan selalu siaga dan tangguh menghadapi bencana,” katanya.

Berkaitan  aspirasi masyarakat tentang antisipasi banjir susulan,  Pemkab Bima akan membangun tanggul dan menata  drainase di sejumlah desa terdampak. Tahapannya, pemerintah daerah  berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sementara  Wakil Bupati Bima, Drs H  Dahlan M Noer, M.Pd menyatakan, sesuai hasil evaluasi  pasca banjir, selain  pembuatan tanggul penahan banjir, perlu pembenahan saluran drainase, sarana air bersih .  Selain itu, menurut Wabup Dahlan perlu kebersamaan seluruh elemen dalam menangani bencana.

“Akan diupayakan untuk ditangani agar meskipun dalam kondisi bencana, masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih,” kata Dahlan.

Ketika penyaluran bantuan,  tim medis Dinas Kesehatan Kabupaten Bima   melaksanakan pengobatan massal terhadap warga di sejumlah desa terdampak. Di Kecamatan Woha tim menyasar 96 warga Desa Naru, 45 warga Desa Nisa dan 85 warga Desa Waduwani. Setelah itu, pada Rabu (29/3/2017) lalu, tim melaksanakan pengobatan terhadap 156 warga di Kecamatan  Bolo.  Pengobatan kemudian dilanjutkan  terhadap 29 warga Tangga dan 85 warga Desa Sakuru di Kecamatan Monta. (AN)  


No comments