Breaking News

Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi NTB Kutuk Aksi Teror Novel Baswedan

Novel Baswedan. Kredit Biografitokohdunia.blogspot.co.id


Mataram, Berita11.com— Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi NTB mengutuk aksi teror yang dialami penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan beberapa pekan lalu.

Melalui siaran persnya yang diterima Berita11.com, Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi NTB menilai teror yang dialami Novel Basweda erat kaitannya dengan gencarnya KPK mengusut sejumlah kasus kakap korupsi.

“Saat yang bersamaan, Novel Baswedan sedang berupaya membongkar kasus korupsi mega proyek KTP-Elektronik dengan nilai kerugian keuangan negara triliunan rupiah,” kata juru bicara Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi NTB, Lalu Akhyar Supriadi, SH melalui siara pers Selasa (11/4/2017) lalu.

Menurut Akhyar, peristiwa teror yang menimpa Novel Basweda patut diduga sebagai intimidasi dari pihak yang merasa kepentingannya terusik karena pengungkapan kasus korupsi yang ditangani penyidik senior lembaga anti-rasuah itu.

Seperti yang diketahui selama ini, KPK terus berupaya mengungkap sejumlah kasus mega korupsi di Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Barat beberapa tahun lalu. Penyidik Novel Baswedan bahkan turun ke Mataram dan Bima melaksanakan cek fisik alat E-KTP. Meskipun kala itu   sempat mengalami kecelakaan di Kabupaten Dompu.

Kasus korupsi itu dengan taksiran nilai kerugian negara yang fantastis. Selain itu beberapa  kasus lain juga berhubungan dengan pejabat penting.  Cobaan yang dialami Novel bukan kali ini saja. Namun juga termasuk teror dengan tabrakan sepeda motor. Bahkan ditangkap karena kasus pemukulan tahanan saat bertugas di Polres Bengkulu. 

Menurut Akhyar, kasus teror yang dialami penyidik KPK, tidak saja tantangan untuk Novel, namun menjadi cobaan bagi KPK.  

“Keberadaan  KPK  dan orang-orang di dalam lembaga tersebut pada  perjalanannya selama ini bukan tanpa hambatan. Bahkan tidak jarang pergesekan antara sesama lembaga Negara dan lembaga penegak hukum lainnya terjadi,”  ujar Direktur Solidaritas Masyarakat untuk Transparansi  NTB ini.  

Atasnama Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi di NTB, Akhyar menyampaikan sejumlah pernyataan sikap yaitu mengutuk keras upaya-upaya intimidasi terhadap KPK dan Novel Baswedan, mengutuk segala jenis intimidasi terhadap KPK dan semua penegak hukum yang sedang sedang menangani kasus tindak pidana korupsi di Indonesia.

Selain itu, mendukung KPK untuk terus melakukan penanganan kasus-kasus mega korupsi di Indonesia. “Kami juga mendukung pihak kepolisian untuk membongkar oknum yang melakukan intimidasi terhadap KPK dan Novel Baswedan,” pungkasnya.

Dalam koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi NTB terdiri dari gabungan sejumlah Ormas dan organisasi yaitu PW Muhammdiyah-NTB, DPD IMM-NTB, PW Nasyiatul Aisiyah NTB, LBH Reform-NTB, LSBH NTB, Kantor Penghubung Komisi Yudisial R.I. NTB, Yayasan Panca Karsa NTB, Yayasan Annisa NTB, BaKTI Sub Offoce Mataram, Lakpesdam NU Kota Mataram, NU Kota Mataram, InSPIRASI-NTB, PBHBM-NTB, APBMI-Indonesia, Jaringan Peduli Anggaran  Lombok Utara.  (US/*)

No comments