Breaking News

Pacuan Kuda Tradisional Bima Berakhir, Pemilik Kuda Borong Hadiah

Pemberian Hadiah kepada Pemilik Kuda yang Meraih Juara Pertama. US


Bima, Berita11.com— Pacuan kuda tradisional Bupati Cup Bima tahun 2017 ditutup resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Drs H Abdul Muis HAL mewakili Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri. Sejumlah hadiah diberikan kepada pemilik kuda yang berhasil tanpil dengan kekuatan terbaik.

Pada pra penutupan, penampilan kelas TK memeriahkan arena pacuan kuda Bima di Desa Panda Kecamatan Palibelo. Kuda Natalia milik Suci Apriani warga Kabupaten Dompu berhasil lebih awal masuk garis finis disusul kuda Liberti Junior milik H Adnan H Abdullah warga Kelurahan Dara Kota Bima. pada garis berikutnya disusul kuda Xenia milik Rosdiana pemilik Toko Antara Jaya. Sementara kuda Mahabintang Anugerah Rangga Lawo milik warga Kecamatan Kempo, kuda Imimong milik H Irwan H Abidin warga Sape dan kuda Lintas Tambora warga Tonggorisa Kecamatan Palibelo finis pada garis berikutnya.
Atas penampilannya tersebut, para pemilik kuda meraih hadiah berdasarkan urutan finis yaitu sepeda motor Yamaha Mio untuk juara pertama, sapi besar untuk juara II, kulkas 2 pintu untuk juara III, dan TV 24 inci untuk juara berikutnya.
Sementara itu, pada kelas OA, kuda Agron (HM Lutfi) berhasil memimpin dan lebih awal memasuki garis finis, kemudian disusul kuda  ABG (Shania Kota Bima), Ratu Argentina Junior (Omar Batistuta, Mande Kota Bima), Ratu Jakarta Junior (Serma Abubakar, Koramil 04 Woha),  Putri Rembang (Ria Deni Akbar, SMPN 3 Woha) serta kuda Graha Angkasa (H Irwan H  Abidin, Sape Bima) yang finis di garis terakhir.
Pada kelas OB, kuda  Aku Datang milik Ferry Mario, Kota Bima berhasil finis di garis pertama, disusul kuda Sang Perdana Junior (HM Din, Lampe Kota Bima), Pramugari (Kopda Irawan Kodim 1608/Bima), Putri Tersayang (Retidia Tunggo Rini, Polres Dompu), Pesona Bintang (H Nggempo), M  Mr (Sambinae Kota Bima). dua kuda yang finis pada garis terakhir yaitu  Sangiang Sakti (H Ilham H Sarbini (Banjarmasin Kalimantan Selatan).
Sementara itu, kuda Putri Ahok  milik H Nggempo, Kalaki Panda (Ketua Pordasi Kabupaten Bima), Nurajijah (Tion Hilman, Jatiwangi Kota Bima), Angin Paris (Rangga, Sambinae Kota Bima), Sang Bintang (M Amin, Bali Bunga Dompu), Jufikar Sahidan Silmi Ramadhani (Sape),  dan Pahlawan (H Ilham H Sarbini, Banjarmasin Kalimantan Selatan) saling beradu posisi pertama.
Pada Kelas THB, kuda Cantik  milik Irma Ramdani warga Penaraga Kota Bima tampil memukau disusul Putra Pagatana (Umbu Nono Sumba Barat Daya), Pato Salsa (H A Majid, Potu Dompu), Innova (Lilik Djari, Sumbawa), Terima Kasih (Idi Sabang Moyong, Kabupaten Sumbawa) dan tempat terakhir ditempati Putri Viola (Adhi Kalaki, Kabupaten Bima)
Sementara iitu, pada kelas Tunas A, kuda Silver milik Iin Deva warga Suntu Kota Bima tampil memukau disusul kuda Lidokain (Kompol Taufik, SIP,  Mataram), Wali Kota (Wirawan, SSi, MT,  Sumbawa),  Sinar Samudra (Hadanuddin, SPi, Donggobolo Woha), Tania (Hersiana, SE, Jayapura Papua) dan Baju Loreng (Suci Rahayu, Jatiwangi Kota Bima).
Pada kelas Tunas B, kuda Kunanti milik Bidan Tati asal Sumbawa finis pada garis pertama disusul kuda Top Speed milik M Amin warga Kelurahan Bali Bunga Dompu kemudian disusul kuda Parewa Junior (Drs H Dahlan, M Noer), Raudah (AKBP M Eka Fathurrahman, SIK),  Sang Diva (St Syaraf, Kalampa Woha) dan Ratu Jodha (Muhiddin, SH,  Kejari Raba Bima).
Pada kelas Tunas C, kuda Elnina milik M Amin warga Bali Bunga Dompu tampil garang, disusul kuda Neng Ayu milik Siswa Dompu. Setelah itu disusul kuda Dewi Persik milik Jonathan warga Kota Bima dan kuda Legenda  milik Ferry Mario warga Kota Bima. setelah itu disusul kuda Kembar Tapi Beda (Deta Adeka Yanti, Empang Sumbawa), dan Satria Junior (H Ilyas H Mansyur, Palibelo).
Sementara pada kelas Dewasa A, kuda Putri Ayu milik Hj Indah Dhamayanti Putri tampil memukau dengan jauh meninggalkan lawannya. Garis finis kedua diraih kuda  Kaka milik Irma Ramdani warga Penaraga Kota Bima disusul Ninja (Nicko, Kota Bima), Veterina (Drs Makmun MSc,  Jakarta), Sinar Surya (Suryadin, Kostrad Jawa Timur), dan Liberti (H. Adnan Abdullah, SH,  Dara Kota Bima).

Pada kelas Dewasa B, kuda Bima milik AKP Arifuddin, Kapolsek Sape finis di garis pertama  kemudian disusul kuda Ratu Lestari (M Rasyid Rida, Pertanian Hulu Jakarta), Simbar Kilat (HM Tayeb (Renda Belo), Mega Bintang (Drs Zainuddin Muksin, Saleko Kota Bima), Bintang Mandalika (Syarifuddin, Tente),  dan Sinar (Abdullah Rahman, SPi, Bolo).
Untuk kelas Dewasa C, kuda Dua Cinta milik Bagas Putra warga Kalaki Panda sukses finis di garis pertama kemudian disusul kuda Herkules (Muhaimin Kalampa Woha), Bintang Monca (Beni, Sumba Barat Daya), Bidadari (Shania Kota Bima), Gadis Surabaya (Ismail Daulah, Kalaki Panda) dan Mercy (Robil Dompu). Sementara pada kelas Dewasa D kuda X Trail 07  milik H Ilham H Abidin, Banjarmasin Kalimantan Selatan tampil menjadi yang pertama disusul kuda Mely Aj milik AKP Arifuddiin, Kapolsek Sape dan kuda  Nona milik dr Devi Febriani warga Kecamatan Sape dan kuda Muncul Baru milik Ismail. 
Pemberian hadiah kepada pemilik kuda secara bergilir oleh sejumlah pejabat yang hadir di tribun utama seperti Kapolres Bima, AKBP M Eka Faturrahman, SH, S.Ik, dan pejabat BPK RI Perwakilan NTB yang hadir.
Ketua Panitia Pacuan Tradisional Bupati Cup Bima tahun 2017, Rukmini Alimuddin mengatakan bagian dari promosi potensi budaya dan pariwisata Kabupaten Bima. pada tahun ini, ada 421 kuda yang berpacu memperebutkan hadiah yang disediakan panitia.
“Kami memohon maaf kepada seluruh peserta jika selama pelaksanaan terdapat kekurangan mulai dari persiapan hingga pelaksanaan lomba,” katanya.

Ia menjelaskan total hadiah yang disiapkan panitia pada tahun 2017 sebanyak Rp450 juta. setiap tahun panitia berupaya agar kualitas hadiah lebih baik dan pada tahun 2018 mendatang panitia berupaya agar mendongkrak nilai hadiah dengan meminta bantuan alokasi dari pemerintah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Drs H Abdul Muis HAL, menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat yang ikut menyukseskan pelaksanaan iven tahunan pacua kuda Bima. “Terima kasih kepada masyarakat Bima yang telah mau menjaga kelestarian budaya pacuan kuda tradisional yang diwarisi secara turun termurun ini,” kata Abdul Muis.

Ia mengisyaratkan pemerintah selalu berupaya agar iven pacuan kuda tradisonal selalu lebih baik. Untuk itu, pemerintah meminta panitia agar mengevaluasi pelaksanaan pacuan agar pada tahun 2018 lebih baik dari tahun 2017. (US/*) 



No comments