Breaking News

DPRD Dompu Sorot Penggunaan Dana FPT 2017

Parade Saremba Tembe Menandai Dimulainya Rangkaian Festival Pesona Tambora. Foto Syahrul Berita11.com


DPRD Dompu Sorot Penggunaan Dana FPT 2017Dompu, Berita11.com— Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dompu, Drs Muhtar menyorot penggunaan anggaran Festival Pesona Tambora (FPT) Tahun 2017.  Masalahnya penggunaan dana tersebut dinilai boros terutama untuk pembiayaan pembangunan sarana dan fasilitas pendukung di lokasi FPT Kecamatan Pekat  Kabupaten Dompu.

“Saya rasa pemakaian dana itu terlalu boros dan terbuang percuma,” ujar Muhtar yang juga politisi PDIP di gedung legislatif Kabupaten Dompu ini, Sabtu (1/4/2017).

Muhtar menyebutkan, sejak 2015 hingga tahun 2016, anggaran untuk pembangunan sarana dan fasilitas pendukung di Doro Ncanga sudah dianggarkan oleh Pemkab Dompu. Bahkan, fasilitas dan saran itu sudah dibangun. Namun  sayangnya item–item yang dibangun sifatnya hanya untuk sementara atau satu kali, sehingga pemerintah daerah kembali mengusulkan anggaran untuk item itu.

“Lihat saja kemarin, pembangunan fasilitas WC dan sarana pendakian serta pendukung lainya di lokasi savana Doro Ncanga, Itu hanya bertahan untuk kepentingan satu kali kegiatan. Seharusnya sarana dan fasilitas itu dibangun secara kualitas dan bisa bertahan untuk penggunaan beberapa tahun pelaksanaan kegiatan,” kata Muhtar.    

Menurut Muhtar, hal itu menunjukan penggunaan dana untuk kepentingan kegiatan festival mulai tahun 2015 hingga 2016 terkesan tidak sesuai manfaat untuk jangka panjang. Sehingga, sama saja membuang anggaran.

“Kalau begini caranya, sama saja anggaran tersebut terbuang cuma–cuma. Contohnya untuk kegiatan FPT tahun ini, sebagian anggaranya kembali dianggarkan juga untuk pembangunan sarana dan fasilitas di lokasi savanna Doro Ncanga dan lokasi lainya yang sifatnnya  hanya sementara saja,”  jelas Muhtar.

Muhtar menyorot pemerintah. Mestinya  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu lebih fokus pada pembangunan jangka panjang seperti objek pariwisata terutama di savana Doro Ncanga dan tempat lain. Sehingga, apabila memasuki jadwal kegiatan tak perlu menyiapkan sarana dan fasilitas pendukung baru.

“Saya berani katakan bahwa pembangunan–pembangunan sarana dan fasilitas di lokasi sana (Tambora, Red) belum maksimal. Maka itu, kami berharap kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bisa lebih fokus dan menggunakan anggaran itu dengan baik  secara jangka panjang. Apalagi kegiatan–kegiatan FPT seperti ini tetap diadakan setiap tahun,” katanya. (RUL)

No comments