Breaking News

Perayaan Cera Labu dan Lawa Soro Berlangsung Meriah

Kegiatan Perayaan Cera Labu di Kecamatan Kempo, Selasa (4/4/2017).


Dompu, Berita11.com— Panitia Festival Pesona Tambora (FPT) menggelar acara cera labu dan makan lawa soro (ikan mentah dicampur bumbu)  di Desa Soro dan Desa Soro Barat, Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu, Selasa (4/4/2017) pagi.

Kegiatan berlangsung meriah karena dihadiri langsung Bupati Dompu, Drs. H Bambang M Yasin dan istri, Wakil Bupati Dompu Arifuddin SH dan istri,  Sekda Kabupaten Dompu H Agus Buchari SH, M.Si, Komandan Distrik Militer (Dandim) 1614 Dompu, Letkol CZI Arief Hadiayanto S.IP, Kapolres Dompu AKBP Jon Wesly Arianto S.Ik dan Kepala Pengadilan Negeri Dompu.

Sejumlah camat dan lurah, kepala desa   di Kabupaten Dompu, pimpinan SKPD, perangkat desa dan masyarakat Kecamatan Kempo juga menghadiri acara untuk memeriahkan FPT  2017 dan hari jadi Dompu tersebut.

Cera labu adalah selamatan laut yang merupakan budaya masyarakat Kecamatan Kempo yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas rejeki yang diberikan dari hasil laut. Bentuknya dengan membawa sesajian berupa kepala kerbau dan beberapa hasil bumi yang  dilengkapi pembaran kemayan. Setelah itu kemudian  dibawa ke tengah laut menggunakan perahu tradisional  dengan dikawal puluhan perahu lain.

Uniknya, perahu yang membawa puluhan awak melakukan atraksi peperangan di tengah laut dengan cara menyerang perahu lain berbekal ember yang di dalamnya diisi air laut sebagai pengganti amunisi. Ember tersebut digunakan untuk mengambil air laut dan menyiramkanya ke arah perahu-perahu lain yang dianggap sebagai lawan.

Setelah upacara sera labu dimulai,  suasana di lokasi memanas karena para peserta dan warga yang berada di daratan sempat terprovokasi dan langsung mengambil ember yang berisi air laut. Kemudian menyiramkannya ke arah pengendara yang melalui jalur di sekitar lokasi.  Bupati Dompu, Wakil Bupati Dompu,  Dandim 1614 Dompu, Kapolres Dompu pun tak luput dari serangan para peserta yang terus menyiramkan air laut kepada siapa saja.

Aksi para peserta tak membuat Bupati Dompu dan seluruh yang basah kuyup emosi. Para pejabaat yang mengikuti acara tersebut bahkan terseyum bahagia karena kegiatan merupakan bentuk ungkapan rasa syukur yang di dalamnya terdapat nilai-nilai budaya  yang sering dilaksanakan masyarakat Kecamatan Kempo.

Usai momentum yang penuh dengan canda tawa dan rasa bahagia tersebut. Kegiatna kemudian dilanjutkan acara makan lawa soro (ikan mentah di campur bumbu). Lawa soro merupakan hidangan yang terbuat dari bahan ikan mentah yang dicampur dengan berbagai bumbu masakan.  Lawa soro merupakan makanan khas masyarakat Soro dan sekitarnya yang sudah dikomsumsi secara turun temurun.

Lawa soro terbilang istimewah karena mengandung protein yang tinggi terutama bagi orang yang mengalami kekurangan darah dan protein lain. Makanan yang sudah disiapkan dalam jumlah yang banyak langsung dilahap secara bersama oleh masyarakat beserta semua orang yang hadir pada acara tersebut.

Camat Kempo,  Lukman BA mengatakan acara cera labu dan lawa soro  akan terus diadakan setiap tahun. “Ini adalah acara yang bernuasa nilai-nilai budaya masyarakat Soro dan masyarakat Kecamatan Kempo pada umumnya. Jadi tiap tahun tetap diadakan,” ujarnya.

Dijelaskan dia, acara digelar  sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan rejeki yang diberikan melalui hasil laut yang  terus melimpah. “Inilah bentuk dari rasa syukur dan bahagia kami dan masyarakat di sini,” jelasnya.

Bupati Dompu, Drs. H Bambang M Yasin berharap kegiatan cera labu dan lewa soro dijadikan sebagai keragaman dalam membangun ekonomi masyarakat di pesisir pantai.

“Makan ikan memang merupakan sesuatu tren makanan di zaman moderen karena memiliki gizi yang sehat. Maka itu, ke depan makan lawan tidak hanya dimakan oleh warga Soro saja. Akan tetapi juga bisa dikomersilkan untuk di jual oleh rumah makan yang ada di Desa ini, sehingga dapat menambah pendapatan warga pesisir," katanya.

Menurut HBY,  makan ikan secara mentah sangat terkenal dan sudah mendunia. Bahkan, di Jepang banyak orang yang makan ikan secara mentah dan dijadikan sebagai sajian menu makanan utama. “Alangkah baik juga kalau makan lawa ini juga dipadukan dengan nasi jagung,”  katanya. (RUL)






No comments