Breaking News

Sejumlah Desa di Dompu Krisis Air Bersih

Krisis Air Bersih, Warga Dompu Terpaksa Mandi dan Minum Air Kotor di Aliran Sungai. Foto Syahrul Berita11.com


Dompu, Berita11.com— Di tengah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu mengagungkan peningkatan ekonomi karena hasil tanaman jagung yang melimpah, ternyata masih ada masyarakat Dompu yang terpuruk dan menderita. Itu setidaknya tergambar pada kondisi warga Desa Baka Jaya Kecamatan Woja yang mengalami krisis air bersih.

“Sudah empat hari air bersih tidak mengalir,”ungkap Sahlan (32) warga Desa Baka Jayasaat diwawancarai Berita11.com, di sungai Rababaka, tak jauh dari gedung Sanggilo Dompu, Sabtu (22/4/2017).

Diakui Sahlan, selama ini, warga  sangat sulit menikmati air bersih termasuk yang dialirkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Dompu. Kondisi itu sudah berlangsung lama sehingga membuat dia dan warga lain  terpaksa menimbah air dan mandi di sungai yang tak jauh dari gedung Sanggilo dompu.

“Jangankan air untuk minum,  air bersih untuk mandi saja sangat susah untuk didapatkan,” ungkapnya.

Menurut Sahlan, seharusnya pemerintah terutama PDAM Dompu tidak tinggal diam dan tidak menutup mata terhadap kondisi kekeringan air bersih yang dirasakan warga. Karena air bersih merupakan kebutuhan utama dalam hidup.

“Di tengah kekeringan air bersih ini, mestinya PDAM Dompu bisa mengatasinya dengan menyalurkan air secara langsung ke masing-masing desa dan kelurahan yang mengalami kekeringan air bersih. Namun nyatanya, di Desa Bakajaya belum pernah ada penyaluran air bersih secara langsung,” ujarnya.

Diakui Sahlan, jikapun ada air PDAM mengalir. Namun itu tidak berlangsung lama. Sebab, kata dia,  air tersebut hanya keluar pada waktu tengah malam saja (pukul 01.00 Wita), sehingga pagi paskokan air tersendat.

“Terkadang saya harus menunggu dan rela tidak tidur cepat untuk menunggu air PDAM keluar. Kemudian air tersebut saya tampung di ember atau baskom untuk kebutuhan air seharian. Baik itu untuk kebutuhan minum, mandi dan kebutuhan lain,” ungkapnya lagi.

Sejumlah warga pun mengaku kualitas air PDAM  tak layak untuk konsumsi. Karena ciri fisik air keruh dan kecoklatan . Namun warga terpaksa mengkonsumsi air itu setelah proses penyaringan menggunakan kain.

“Saya dan keluarga tidak lagi berpikir apakah air yang kami minum ini merusak kesehatan tubuh atau tidak. Terpenting kami bisa minum untuk menghilangkan rasa haus,” ujar Sahlan.

Kendati kondisi air dan kualitas layanan buruk, Sahlan dan sejumlah warga lain mengaku tetap  membayar iuaran perusahaan daerah itu. “Bagaimana kami mau bayar setiap bulan, toh air hanya keluar pada tengah malam saja. Seharusnya air itu keluar setiap hari. Tapi ternyata itu jauh dari harapan. Ditambah lagi biaya iuran air per bulan sangat mahal,” ungkap Sahlan.  

Keluhan yang sama disampaikan Rizal, warga Kelurahan Kandai II Kabupaten Dompu. Sudah empat hari keluarganya tidak menikmati air dari pipa PDAM. “Saya dan keluarga terpaksa mandi di tempat keluarga yang airnya lancar mengalir,” ujarnya.

Rizal mengaku belum pernah mendapatkan penyaluran air secara langsung dari petugas PDAM menggunakan mobil tangki air. “Selama air tidak mengalir kami tidak pernah mendapatkan air yang disalurkan oleh PDAM secara langsung. Untuk kebutuhan minum, selama ini kami terpaksa membeli air galon, “ ungkapnya.

Sementara itu,  pihak PDAM Dompu yang dikonfirimasi membenarkan bahwa distribusi air ke pelanggan melalui saluran pipa terganggu. Hal itu karena kendala tehnik yaitu kerusakan pipa.

“Memang benar air tidak keluar dalam beberapa hari ini. Tapi hal ini karena ada pipa yang bocor. Saat ini petugas PDAM sedang memperbaiki pipa tersebut,” jelas salah satu karyawan PDAM Dompu. (RUL)


Link Berita Video, Klik di Bawah



No comments