Breaking News

Terlantar, Buruh Tebu PT SMS Datangi Dinas Sosial

Belasan Buruh dari Ratusan Pekerja Perusahaan Tebu di Dompu yang Terlantar/ RUL

Dompu, Berita11.com— Sebanyak 201 buruh tebu PT Sukses Mantap Sejatera (SMS) Desa Soritatanga Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu mendatangi Dinas Sosial Kabupaten Dompu, , Selasa (18/4/207) pagi. Kehadiran ratusan pekerja ini untuk menyampaikan keluh kesah mereka  karena diduga ditelantarkan kontraktor yang bekerjasama dengan PT SMS.

“Dalam masalah ini pihak PT SMS tidak bersalah dan yang bermasalah adalah pihak kontraktor yang bekerjasama dengan PT SMS  yang merekrut kami. Makanya kami datang ke sini untuk menyampaikan keluh kesah yang kami rasakan,” ungkap Suharman, salah satu buruh tebu PT SMS asal Kabupaten Sumenep Jawa Timur di Dinas Sosial Kabupaten Dompu, Selasa (18/4/2017) pagi.

Suharman mengaku sudah tiga hari bersama belasan pekerja lain tiba di lokasi PT SMS. Mereka datang ke Dompu karena direkrut oleh kontraktor yang bekerjasama dengan perusahaan tebu di Pekat itu. Namun sudah dua hari kondisi mereka terlantar dan tidak diberikan makan.

Menyusul masalah itu, Suherman bersama ratusan rekannya memutuskan kembali ke kampung halamannya di Sumenep Jawa Timur. “Pihak PT SMS sudah bersedia menyiapkan bus empat unit untuk mengangkut keberangkatan pulang dan kami belum tahu diantar sampai di mana?” ujarnya.

Hingga kini, Suherman dan ratusan rekannya  masih menunggu keputusan PT SMS mengenai kepulangan ke daerah asal. Sebelumnya,  jumlah pekerja penebang tebu asal Madura Jawa Timur sebanyak 204 orang. Namun karena tiga pekerja pulang kampung lebih awal maka yang tersisa hanya 201 buruh.

“Sampai saat ini kami masih menunggu hasil rapat pihak manager PT SMS terkait kepulangan kami ini,” ujar Suherman.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Dompu, Drs. H Abdul Gani kepada sejumlah wartawan menyatakan bahwa SKPD setempat tidak memiliki anggaran untuk membantu biaya pemulangan para buruh tebu PT SMS Kabupaten Dompu. “Kami tidak ada anggaran. Jadi kami bingung mau bantu dengan cara apa,” ujar Abdul Gani.

Menurut Gani,  persoalan itu seharusnya merupakan tanggung jawab kontraktor, rekanan PT SMS yang sebelumnya merekrut para pekerja. “Perusahaan itulah yang harus bertanggung jawab dan membantu para pekerja ini,” tandasnya.

Terlepas masalah tanggungjawab, Abdul Gani mengungkapkan sesuai  hasil koordinasi pihaknya dengan perusahaan diperoleh kepastian bahwa  pihak perusahaan bersedia membantu pemulangan para pekerja.

“Infonya perusahaan akan menyiapkan beberapa unit bus untuk mengantar para pekerja ini pulang ke daerah asalnya,” terangnya. (RUL)

No comments