Breaking News

Waduh Wartawan Tumbang, Bupati dan Wabup Dompu Garang

Tarian Saremba Tembe Memeriahkan Acara Gemar Makan Ikan di Nanga Toi, Minggu (2/4/2017)/ RUL


Dompu, Berita11.com— Dinas  Kelautan dan Perikanan (Diskalut) Kabupaten Dompu menggelar kegiatan gemar makan ikan sebagai rangkaian Festival Pesona Tambora, Minggu (2/4/2017) di Nanga Toi Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu.  Saat kegiatan panitia juga menggelar lomba tarik tambang yang juga diikuti wartawan.

Kelompok Bupati dan Wakil Bupati Dompu tampil garang, tim wartawan tumbang karena tidak mampu mengimbangi kekuatan tim tarik tambang orang nomor wahid dan nomor dua di Bumi Nggahi Rawi Pahu.

Kegiatan gemar makan ikan dihadiri  Bupati Dompu, Drs. H Bambang M Yasin dan istri,  Wakil Bupati Dompu Arifudin SH dan istri, Komandan Distrik Militer 1614 Dompu, Letkol CZI Arief Hadiayanto, S.IP dan istri, Danki Brimob Dompu, Wakapolres Dompu, Kasat Intel Polres Dompu,  Kasat Pol PP Dompu, Kajari Dompu, Kepala Pengadilan Dompu, Sekertaris Diskalut Dompu, Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Dompu, sejumlah pimpinan SKPD, FKPD, pelajar dan masyarakat Kecataman Kilo.

Acara diawali tarian adat budaya Dompu,  menyambut kedatangan Bupati,  Wakil Bupati Dompu dan rombongan. Setelah itu dilanjutkan tarian Saremba Tembe yang dipergakan langsung oleh peserta.  Tak lama, kegiatan dilanjutkan acara membakar ikan dan makan bersama di Nanga Toi Kilo.

Bupati Dompu, Drs. H Bambang M Yasin,  menyatakan acara gemar makan ikan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan FPT 2017.  “Hal ini kita lakukan untuk memotivasi masyarakat dan anak- anak untuk banyak makan ikan. Sebab dengan mengkonsumsi ikan bisa meningkatkan kekebalan tubuh dan menambah protein,” ujarnya.

Menurut Bupati HBY,  semua masyarakat perlu Dompu membiasakan gemar makan ikan dan mengurangi konsumsi nasi dan jagung. “Mari kita dorong semua masyarakat untuk lebih banyak mengkonsumsi ikan,” ajaknya.

Bupati HBY menyebut saat ini Pemkab Dompu sedang peningkatan infrastruktur dan status jalan di Kecamatan Kilo sehingag menjadi jalan nasional. Hal itu perlu dilalukan karena pada masa tiga tahun mendatang, wilayah setempat diproyeksikan sebagai penentu roda perekonomi Pulau Sumbawa.

“Saat ini memang sedang kami perjuangkan mengenai jalan ini  menjadi jalan negara dan tidak lagi hanya jalan provinsi. Jadi kalau pelabuhannya besar dan jalannya pun akan dibesarkan atau dinaikan kelasnya menjadi lebih lebar dan tangguh.Intinya infrastruktur jalan akan dibangun sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya.

Bupati Dompu HBY juga menjelaskan mengenai harga jagung di Dompu yang bergantung kualitas. Karena kualitas  menentukan tinggi dan rendahnya harga jagung. Semakin kering dan bersih jagung, maka harganya akan semakin bagus.

“Insya Allah, makin lama  harga jagung akan semakin bagus. Sebab di Jawa jagung sudah habis dipanen. Jadi sekarang pabrik-pabrik pakan ke arah timur tepatnya di wilayah NTB, NTT dan Sulawesi.  Harga jagung di Jawa Timur itu sudah mencapai Rp4300 per kilogram, sedangkan di Dompu Rp3.300-Rp 3.700 per kilo,” katanya.

Setelah penyampaian sambutan Bupati Dompu, rangkaian gemar makan ikan dilanjutkan lomba tarik tambang yang diikuti seluruh peserta yang hadir.  Kelompok Bupati dan Wakil Bupati Dompu tampil garang melawan kelompok wartawan yang hadir meliput kegiatan. Hasilnya, setelah dua sesi tarik tambang,  kelompok Bupati dan Wakil Bupati Dompu menang. (RUL/*)






No comments