Breaking News

Warga Baka Jaya Krisis Air Bersih, kok Pemerintah Tutup Mata?

Akibat Krisis Air Bersih Warga Desa Baka Jaya Terpaksa Memanfaatkan Aliran Sungai/ RUL


Dompu, Berita11.com— Sudah beberapa tahun terakhir masyarakat Desa Baka Jaya Kecamatan Woja Kabupaten Dompu dilanda krisis air bersih pasca bencana alam yang kerap melanda desa setempat. Namun ironis di tengah masalah itu, pemerintah desa menutup mata atas persoalan itu.

Sejumlah warga pun mengungkapkan kekecewaan atas sikap apatis pemerintah terhadap masalah krisis air bersih yang mendera masyarakat.  Setiap hujan deras, pemukiman dan rumah warga Desa Baka Jaya kerap diluberi banjir.

“Air hujan sering kali masuk ke dalam rumah kami. Ini diakibatkan tidak ada saluran (tepat) untuk air hujan yang tergenag ini mengalir, sehingga kondisi lapangan yang tinggi di atas pekarangan rumah warga membuat  air hujan yang menggenangi lapangan ini langsung turun dan masuk ke dalam rumah," ungkap Nurhayati,  warga Desa Baka Jaya kepada Berita11.com di desa setempat, Rabu (26/4/2017).

Menurut Nurhayati, warga desa lama merasakan dampak kekeringan pasca musim hujan. Saluran air milik perusahaan daerah air minum hanya mengalir ketika malam hari. “Kami di sini sangat kesulitan air bersih. Setiap hari, kami harus mengambil dan menimba air bersih yang jaraknya jauh dari tempat tinggal,” ujarnya.

Nurhayati pun kecewa Pemerintah Desa Baka Jaya yang tak kunjung memerhatikan masalah yang mendera warga. Mestinya Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Dari APBN (DDA) yang nilainya menembus hingga miliaran per tahun juga dimanfaatkan untuk mengatasi masalah krisis air bersih yang melanda warga.

“Kondisi desa seperti ini sudah terjadi sejak beberapa tahun kemarin. Tapi pemerintah tidak ada perhatianya,” ungkapnya.

Nurhayati berharap sejumlah pihak terkait termasuk  pemerintah desa setempat  segera merespon dan mengatasi penderitaan dan kesedihan yang dirasakan masyarakat Desa Baka Jaya. “Semoga kondisi yang kami alami saat ini bisa mendapat perhartian dari pemerintah,” harapnya. (RUL)

No comments